Pameran seni Ireland's Eye 2026: The Imprint of Irish Landscape. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparanPameran seni bertajuk “Ireland’s Eye 2026” resmi dibuka sebagai bagian dari kolaborasi budaya antara Irlandia dan Indonesia. Ajang ini menjadi edisi kelima yang menghadirkan karya-karya seni kontemporer dari Irlandia kepada publik Tanah Air.Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Sharon Lennon, mengatakan bahwa pameran ini tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan hubungan budaya kedua negara.President Director of Isa Art Gallery Deborah Iskandar (kiri) dan Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, H.E Mrs. Sharon Lennon dalam acara pameran seni Ireland's Eye 2026: The Imprint of Irish Landscape di Lobby WTC 2, Jakarta pada Selasa (31/3/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan"Ireland’s Eye telah berkembang menjadi platform penting dalam mempererat relasi antara Irlandia dan Indonesia melalui seni. Ia menilai antusiasme publik Indonesia terhadap karya seni Irlandia menjadi salah satu kekuatan utama dalam kolaborasi ini," ujar dia dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta baru-baru ini. Sementara itu, Presiden Direktur ISA Art Gallery, Deborah Iskandar, menegaskan bahwa pameran ini tidak sekadar menghadirkan karya, tetapi juga membangun jembatan antara seniman, audiens, dan gagasan lintas negara.“Setiap tahun, pameran ini membawa suara artistik Irlandia ke Indonesia sekaligus membuka perspektif dan dialog baru,” ujarnya.Angkat Tema Lanskap dan Identitas IrlandiaPengunjung yang sedang melihat-lihat pameran seni Ireland's Eye 2026: The Imprint of Irish Landscape. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparanPada edisi tahun ini, pameran mengusung tema The Imprint of the Irish Landscape yang mengeksplorasi hubungan emosional, psikologis, dan spiritual masyarakat Irlandia dengan lanskap alam mereka.Sebanyak enam seniman yang terafiliasi dengan Graphic Studio Dublin, salah satu institusi seni grafis terkemuka di Irlandia turut berpartisipasi. Studio ini dikenal memiliki tradisi kuat dalam seni cetak sekaligus mendorong eksplorasi medium dan konsep yang inovatif.Marketing and Event Coordinator ISA Art Design, Adellard Arreshad dalam acara pembukaan pameran seni Ireland's Eye 2026: The Imprint of Irish Landscape di Lobby WTC 2, Jakarta pada Selasa (31/3/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparanMarketing and Event Coordinator ISA Art Design, Adellard Arreshad, menjelaskan bahwa pameran ini menghadirkan total 13 karya seni, didominasi teknik cetak carborundum print, serta satu karya film dari seniman muda.Ia menambahkan bahwa tema besar pameran terinspirasi dari konsep “spirit of place” dalam budaya Irlandia, yakni keyakinan bahwa setiap tempat memiliki jiwa dan identitasnya sendiri.Pameran ini juga menghadirkan keberagaman generasi seniman, mulai dari tokoh senior seperti Tony O'Malley hingga seniman muda dari generasi Z seperti Charlie Denin.Pengunjung yang sedang melihat-lihat pameran seni Ireland's Eye 2026: The Imprint of Irish Landscape. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparanKarya-karya yang ditampilkan mengeksplorasi berbagai isu, mulai dari memori, lanskap, hingga hubungan antara tradisi dan eksperimen modern. Beberapa seniman juga mengangkat tema lingkungan dan keberlanjutan melalui teknik cetak yang lebih ramah lingkungan.Selain itu, pendekatan artistik yang digunakan tidak hanya terbatas pada kanvas, tetapi juga teknik cetak kompleks yang memungkinkan eksplorasi tekstur dan emosi secara lebih mendalam.Pameran “Ireland’s Eye 2026” diharapkan dapat menjadi ruang dialog lintas budaya sekaligus memperkaya ekosistem seni di Indonesia. Melalui karya-karya yang ditampilkan, publik diajak memahami bagaimana lanskap, sejarah, dan identitas budaya Irlandia diterjemahkan dalam bahasa seni kontemporer.