Moskow Terbuka Jika RI Mau Beli Minyak Rusia: Jika Butuh, Beri Tahu Kami

Wait 5 sec.

Duta Besar Federasi Rusia untuk RI, Sergei Tolchenov, dalam press briefing dan buka bersama di Wisma Dubes Rusia, Jakarta, Kamis (26/2). Foto: Firda Brillianti/kumparanPemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan mencari pasokan minyak dari negara-negara lain di tengah krisis energi akibat perang AS-Israel terhadap Iran. Duta Besar Rusia untuk RI, Sergei Tolchenov, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapat permintaan resmi baik dari Pertamina maupun Kementerian ESDM terkait pembelian minyak dari Rusia."Saya sebagai Duta Besar tidak mendapat permintaan langsung dari Pertamina, dari Kementerian ESDM Indonesia. Jadi mungkin dapat didiskusikan lewat jalur B2B. Tapi saya tidak punya informasi soal itu," kata Sergei di sela acara kunjungan tiga kapal perang Armada Pasifik Angkatan Laut Federasi Rusia di Pelabuhan Tanjung Priok, dikutip Rabu (1/4).Sergei mengatakan, pemerintah Rusia dapat menjual minyak mereka ke Indonesia. Ia mengatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin sering mengatakan bahwa Rusia siap bekerja sama dengan negara mitra di bidang minyak dan gas (migas)."Jika mereka membutuhkan sesuatu, silakan hubungi kami, beri tahu apa yang Anda butuhkan, dan kami akan mendiskusikan apa yang dapat dilakukan. Bahkan bagi mereka yang kami sebut sebagai negara yang tidak bersahabat, sebagai contoh dari Eropa Barat, jika mereka tertarik, jika mereka siap untuk bekerja sama berdasarkan kontrak jangka panjang dengan kami, bahkan kami siap memasok untuk mereka, untuk menjual minyak dan gas," ujarnya.Pabrik penyulingan minyak Rosneft di kota Gubkinsky di Siberia barat, Rusia pada 2 Juni 2006. Foto: Delphine Thouvenot/AFPRusia, kata Sergei, menjual minyak ke negara-negara sajabat seperti China dan India. Bahkan, Rusia baru-baru ini menjual minyak ke Filipina."Jadi jika Indonesia membutuhkannya, beri tahu kami dan Anda akan memilikinya," tuturnya.Meski demikian, Sergei mengatakan harga pembelian minyak Rusia tetap memakai harga komersial. Sebab, sebagian besar perusahaan minyak besar Rusia merupakan perusahaan swasta."Jadi tidak ada persahabatan antara bisnis swasta, hanya hubungan komersial," pungkasnya.Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta agar segera mencari pasokan energi dari hampir semua negara selain Timur Tengah agar Indonesia tidak darurat energi seperti yang terjadi di negara Asia lainnya."Atas dasar itu, Bapak Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara, kemudian mengoptimalkan semua negeri yang ada pada kita," kata Bahlil usai mengikuti ratas di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3).