Efek Lebaran, Penjualan Mobil dan Motor Kompak Naik

Wait 5 sec.

Suasana booth Daihatsu pada pegelaran GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanMomentum Idul Fitri 2026 membawa dampak positif terhadap sektor otomotif nasional. Peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran disebut menjadi pendorong utama naiknya permintaan kendaraan.Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa konsumsi masyarakat yang tetap kuat ikut mengerek berbagai sektor, termasuk otomotif. Menurutnya, kebutuhan mobilitas saat mudik membuat masyarakat mulai mempertimbangkan pembelian kendaraan baru.Data penjualan yang diterima kumparan pada Rabu (1/4/2026) menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada Februari 2026 dibandingkan Januari. Tren ini terlihat baik dari sisi distribusi pabrik ke dealer maupun penjualan langsung ke konsumen.Suasana booth Toyota pada pegelaran GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025) Foto: Aditia Noviansyah/kumparanSecara wholesale atau pengiriman dari pabrik ke dealer, penjualan mobil meningkat dari 66.472 unit pada Januari menjadi 81.159 unit di Februari. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 22,1 persen dalam waktu satu bulan.Sementara itu, penjualan retail atau dari dealer ke konsumen juga mengalami kenaikan. Dari 66.447 unit pada Januari, meningkat menjadi 78.219 unit pada Februari 2026, atau tumbuh sekitar 16,7 persen.PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) meresmikan Flagship Shop di Denpasar, Bali, Jumat (9/5/2025). Foto: Sena Pratama/kumparanKenaikan ini menandakan daya beli masyarakat masih cukup terjaga menjelang Lebaran. Selain kebutuhan mudik, faktor kenyamanan dan fleksibilitas kendaraan pribadi juga menjadi pertimbangan utama konsumen.Di segmen roda dua, penjualan sepeda motor juga menunjukkan tren positif meski tidak setinggi mobil. Tercatat distribusi motor naik dari 577.763 unit pada Januari menjadi 587.354 unit di Februari 2026.Suasana booth Honda di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2022 di JCC Senayan, Jakarta. Foto: Sena Pratama/kumparanPertumbuhan tersebut setara dengan kenaikan sekitar 1,66 persen secara bulanan. Angka ini memperlihatkan bahwa sepeda motor tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak menengah.Ke depan, penjualan kendaraan bermotor pada Maret 2026 diprediksi kembali meningkat. Proyeksi kenaikan berada di kisaran 15 hingga 20 persen, seiring puncak arus mudik dan tingginya aktivitas ekonomi selama periode Lebaran.