Ilustrasi Gedung PBB. Foto: Viktor_IS/ShutterstockDewan Keamanan (DK) PBB menggelar sebuah rapat darurat yang membahas 3 prajurit penjaga perdamaian UNIFIL, yang berasal dari TNI gugur di Lebanon. Rapat digelar di New York, Selasa (31/3), atas inisiasi dari Indonesia dan Prancis. 3 prajurit yang tewas yakni Kapten Zulmi Aditya Iskandar (33), Serda Muhammad Nur Ichwan (25), dan Praka Farizal Romadhoni (27). Mereka tewas dua hari berturut-turut, Farizal tewas terkena ledakan pada Minggu (29/3), sementara Zulmi dan Ichwan tewas terkena ledakan pada (30/3). Mereka diduga tewas dalam insiden saling serang antara Hizbullah dan Israel di Lebanon selatan, tempat UNIFIL berada. Dalam rapat, Israel menuding Hizbullah sebagai pelaku utama.Perwakilan Israel menunjukkan peta serangan saat rapat DK PBB, membahas pasukan perdamaian, di New York, Selasa (31/3). Foto: UN TV"Terkait serangan yang terjadi pada Senin (30/3), kami dapat mengkonfirmasi bahwa pasukan UNIFIL terkena ledakan dari alat peledak Hizbullah, di Bani Hayyan. Sementara pada Minggu (29/3) posisi pasukan UNIFIL di Achid Alqusayr dibombardir Hizbullah, IDF tidak menembak di lokasi yang dekat dengan posisi tersebut," kata delegasi Israel, dikutip dari situs resmi PBB, UNTV.Israel lalu menuding bahwa Hizbullah memang menyerang dari lokasi-lokasi yang berdekatan dengan markas UNIFIL. Ia menunjukkan foto-fotonya. "Hizbullah itu ada di selatan Lebanon. Mereka beroperasi dari desa-desa, menyerang dari kawasan sipil, dan memposisikan diri dekat pasukan UNIFIL. Ini bukan insiden, ini strategi mereka yang disengaja. Hizbullah meletakkan senjata, pos komando, dan situs peluncur roket dari antara pemukiman sipil," katanya. Meski begitu, Israel juga menyampaikan belasungkawa mereka atas Prajurit TNI yang gugur. "Israel menyampaikan duka mendalam untuk keluarga dan orang terkasih prajurit perdamaian PBB yang gugur. Kami menghormati jasa mereka, dan mengakui bahwa mereka mengambil risiko setiap hari, melaksanakan mandat mereka," kata delegasi Israel.Lebanon Ungkit Dosa IsraelDelegasi Lebanon juga hadir pada rapat tersebut. Mereka mengungkit bahwa Israel telah berulang kali sengaja menyasar posisi pasukan UNIFIL. "Siapa yang tak ingat sebuah serangan Israel, yang sengaja menargetkan markas UNIFIL di Qana pada 1996, atau minta UNIFIL mundur pada 2024?," kata delegasi Lebanon. Delegasi Lebanon di Rapat Dewan Keamanan PBB membahas keamanan pasukan perdamaian, di New York, Selasa (31/3). Foto: UN TVMereka juga menyebut, Israel tak pernah menghargai segala bentuk gencatan senjata atau penghentian konflik yang telah disepakati kedua negara. "Israel tak menghormati penghentian permusuhan, tapi juga terus menerus melanggar kedaulatan Lebanon. Mereka juga sengaja menyerang warga sipil dan infrastruktur sipil," kata delegasi Lebanon. AS Hormati Gugurnya Prajurit TNI: Ribuan Kilometer dari Rumah, Gugur Sebagai Pejuang PerdamaianAmerika Serikat (AS) sebagai salah satu pemimpin DK PBB mengucapkan duka mereka atas gugurnya Praka Farizal Romadhoni. Mereka menyebut, Farizal adalah pejuang muda penjaga perdamaian. "Saya mengenang Praka Farizal Rhomadhoni. Satuannya dalam waktu dekat pulang ke Indonesia, sebagai ayah muda, ia akan bertemu kembali dengan istri dan anaknya yang berusia 2 tahun," kata delegasi AS.Perwakilan Amerika Serikat dalam rapat Dewan Keamanan PBB membahas pasukan perdamaian, di New York, Selasa (31/3). Foto: UN TV"Saya dulu banyak bekerja bersama prajurit muda sepertinya. Media-media Indonesia telah banyak memuat ceritanya. Tragisnya, pejuang muda ini gugur saat menjaga perdamaian," ucapnya. Ia lalu memberi pesan yang menyentuh. "Dia, prajurit dan ayah yang muda. Ribuan kilometer dari rumah, yang percaya bahwa dewan ini (DK PBB) akan menempatkannya dimana ia akan bertugas secara efektif," ucapnya. Namun, delegasi AS ini tidak menyinggung peran Israel di balik tewasnnya Farizal. "Bahaya ini ditimbulkan oleh kelompok teroris yang dibantu Iran. Mereka telah menimbulkan destabilisasi baik di Israel atau Lebanon," katanya. Prancis: Jangan Hanya Kecam, Tapi Bertindaklah!Prancis juga menyerukan pandangan mereka terhadap insiden ini. Sebab, kontingen mereka yang ada di Naqoura beberapa kali mendapat perlakuan agresif dari militer Israel. "Padahal, kami sudah mengambil langkah-langkah prosedur meredakan konflik. Tapi tentara Israel tetap menunjukkan perilaku agresif dan intimidatif," kata delegasi Prancis. "Dewan Keamanan jangan cuma mengecam saja, tapi harus bertindak agar peristiwa serupa tak terulang lagi," katanya.Delegasi Prancis saat rapat Dewan Keamanan PBB membahas keamanan pasukan perdamaian, di New York, Selasa (31/3) Foto: UN TVTerkait dengan gugurnya Prajurit TNI, Prancis juga menyatakan solidaritas kepada keluarga prajurit yang ditinggalkan. "Prancis menyampaikan duka yang mendalam, dan solidaritas kami bersama keluarga prajurit yang ditinggalkan," katanya. Rusia: Hanya Menyalahkan Hizbullah tak Selesaikan MasalahDelegasi Rusia menyoroti bagaimana banyak negara-negara menuding Hizbullah sebagai biang keladi konflik di Lebanon selatan yang berulang kali mengenai pasukan perdamaian UNIFIL. Namun, ketika bicara soal Israel, banyak negara DK PBB 'diam'."Sayangnya, banyak negara di DK PBB ini tetap diam dalam kasus ini, dan terus meletakkan tanggung jawab ke pemberontak Lebanon (Hizbullah). Meletakkan mereka sebagai pemicu kekerasan di Garis Biru, dan menghiraukan tingkah laku Israel yang terus menerus melanggar kesepakatan gencatan senjata tahun lalu," kata delegasi Rusia. Delegasi Rusia di Rapat Dewan Keamanan PBB membahas keamanan pasukan perdamaian, di New York, Selasa (31/3). Foto: UN TVJika terus menyalahkan kelompok itu, bagi Rusia, masalah sama sekali tak akan selesai. "Pendekatan satu arah, dalam konflik regional yang luas ini tak akan berujung pada de-eskalasi situasi. Justru akan memicu eskalasi lagi," katanya. Buktinya, jika terus berpandangan bahwa Hizbullah adalah biang kerok, eskalasi justru makin naik. Sebab, sejak 2 Maret saja, ada 1.500 orang tewas dan 4.000 luka-luka. "Belum lagi dengan jutaan orang Lebanon yang harus mengungsi," kata mereka.