Indonesia di Rapat DK PBB usai 3 Prajurit Gugur: Investigasi, Bukan Dalih Israel

Wait 5 sec.

Delegasi Indonesia di Rapat Dewan Keamanan PBB membahas keamanan pasukan perdamaian, di New York, Selasa (31/3). Foto: UN TVPBB menggelar sebuah rapat darurat, merespons tewasnya 3 prajurit TNI bagian dari UNIFIL yang tewas akibat eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Dalam rapat yang digelar Selasa (31/3) itu, Indonesia bereaksi keras atas insiden yang merenggut nyawa putra bangsa itu. "Biar saya pertegas, kami menuntut investigasi oleh PBB, investigasi menyeluruh, bukan dalih dari Israel," kata delegasi Indonesia, dikutip dari situs resmi PBB, UNTV. Sebagai kebijakan internasional, Indonesia berpihak kepada Lebanon, yang wilayahnya kerap diduduki Israel. Terutama di selatan Lebanon. "Indonesia mengutuk keras serangan Israel ke selatan Lebanon, yang mana melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon. Indonesia bersolidaritas, dan berdiri bersama rakyat Lebanon," kata delegasi Indonesia. Lalu sejak meningkatnya eskalasi konflik di kawasan, serangan ke personel UNIFIL juga meningkat. Menurut delegasi Indonesia, serangan ini tidak hanya mengesampingkan peran UNIFIL tapi juga tindakan kriminal perang.Suasana Rapat Dewan Keamanan PBB membahas keamanan pasukan perdamaian, di New York, Selasa (31/3). Foto: UN TV"Serangan seperti itu adalah ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan internasional, serta tergolong tindakan kriminal perang, sesuai hukum internasional," kata delegasi Indonesia. Delegasi Indonesia juga menegaskan, pembiaran dan pemakluman tak bisa terjadi lagi di masa depan. "Pengampunan tak boleh dinormalisasi, serangan ke para penjaga perdamaian tak bisa ditoleransi," katanya. Sebelum Indonesia mendapat giliran berbicara, delegasi Israel sempat berdalih bahwa yang melakukan serangan ke titik-titik tempat pasukan UNIFIL berada adalah Hizbullah. Mereka mengatakan, Angkatan Bersenjata Israel (IDF) tak mungkin melepaskan tembakan dari jarak yang sangat dekat dengan markas UNIFIL."Situasinya kompleks dan berkembang cepat, serta berbahaya. Tapi yang jelas, ini tidak terjadi begitu saja. Israel tidak memilih konflik ini, Hizbullah yang memilih. Karena mereka menembaki komunitas kami sebagai bentuk balas dendam usai tewasnya para pemimpin Iran," kata delegasi Israel. Rapat itu digelar pada Selasa (31/3), di New York, dan dipimpin oleh Wakil Sekjen PBB untuk urusan Kemanusiaan Tom Fletcher, Wakil Sekjen PBB untuk Operasi keamanan dan Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk wilayah Timur Tengah, Asia, dan Pasifik Khaled Khiari. Rapat ini diinisiasi oleh Indonesia dan Prancis, untuk merespons tewasnya 3 pasukan TNI UNIFIL.