Zulhas Perkirakan Proyek WtE Bisa Kelola 14,4 Juta Ton Sampah per Tahun

Wait 5 sec.

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparanMenteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, memperkirakan proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE), yang sedang dijalankan pemerintah nantinya mampu menangani sekitar 14,4 juta ton sampah per tahun atau setara 22,5 persen dari total timbulan sampah nasional.“Jadi kami sudah menyelesaikan (pembahasan) hari ini 30 wilayah, 30 ini sebetulnya terdiri dari 61 kabupaten/kota. Yang batch pertama itu tahun 2027,” ujar Zulhas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (31/3).Zulhas mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto sudah mengarahkan terkait kelanjutan 30 proyek WtE yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia tersebut. Ia mengatakan saat ini ada enam proyek yang telah diverifikasi dan siap untuk dilelang oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.“Lampung Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, Serang Raya, Kabupaten Bekasi, Medan Raya. Ini sudah selesai. Dan sudah diverifikasi oleh Danantara akan segera dilelang,” kata Zulhas.Sementara proyek di Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor, akan dibangun pada Juni atau Juli 2026. Pembangunannya diperkirakan memakan waktu hingga 2 tahun.Selain itu, pemerintah juga menambahkan dua lokasi baru, yakni Bantargebang dan Tanjung Kamal Muara di DKI Jakarta. Namun, untuk kedua lokasi tersebut, prosesnya masih menunggu kelengkapan dokumen lahan dari pemerintah daerah.“Jadi DKI, Bantargebang, surat sudah, tapi lahannya belum,” ungkap Zulhas.Seluruh Proyek Ditargetkan Rampung Mei 2028Zulhas memastikan sisa proyek WtE dijadwalkan selesai pada Mei 2028. Menurutnya, durasi tersebut dipengaruhi oleh proses penyelesaian aspek lahan, terutama untuk tanah negara yang memerlukan penyesuaian aturan pemanfaatan jangka panjang.“Saudara-saudara, nanti tagih sama kami, kalau 2027 belum. Yang lainnya, itu Mei 2028. Teman-teman juga catat, kalau 2028 enggak beres,” terang Zulhas.Zulhas menekankan pengembangan proyek ini baru mencakup sebagian dari keseluruhan peta jalan pengelolaan sampah nasional. Sisa sekitar 77,5 persen timbulan sampah lainnya, termasuk dari kawasan perkotaan, industri, hingga pedesaan, ditargetkan dapat diselesaikan dalam empat tahun ke depan.“Menteri Lingkungan Hidup akan mengambil langkah-langkah lebih tegas dalam penegakan hukum, agar tanggung jawab sampah ini tidak hanya di pemerintah, tapi kita semuanya,” tegas Zulhas.