● Sinkhole di Sumatra Barat terjadi di tanah vulkanis yang rapuh, mudah terkikis air hingga akhirnya amblas.● Genangan air di dalamnya tampak jernih tapi berisiko jika langsung dikonsumsi karena bisa mengandung kotoran dan bakteri.● Tanda awal seperti retakan, penurunan tanah, atau sumur mengering bisa jadi acuan mendeteksi sinkhole lebih awal.Awal 2026, masyarakat Nagari Situjuah Batua dikejutkan dengan fenomena tanah yang tiba-tiba amblas (sinkhole) di tengah hamparan sawah sekitar lereng Gunung Sago, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.Pada mulanya, lubang itu hanya berdiameter kecil. Namun seiring waktu, ukurannya terus melebar dan semakin dalam—hingga mencapai lebar ±7 meter dan berkedalaman 5 meter di bawah permukaan tanah. Air yang menggenang dari dasar lubang pun perlahan naik ke permukaan tanah setelah seminggu.Sinkhole umumnya terjadi di wilayah karst atau bukit berkapur akibat adanya pelarutan kapur secara alami atau karena hujan asam. Namun, dalam kasus di Sumatra Barat tersebut, sinkhole terjadi di sekitar gunung berapi atau vulkanis. Mengapa sinkhole bisa terjadi di kawasan vulkanis?Di daerah vulkanis, sinkhole bisa terbentuk akibat pengikisan material tanah di bawah permukaan oleh aliran air dari dalam. Tanah vulkanis berasal dari material letusan gunung api(abu, tuf, breksi) yang berpori dan rapuh, sehingga air hujan mudah meresap dan mengalir ke dalam tanah. Air tersebut lantas menggerus dan membawa butiran tanah halus sedikit demi sedikit. Proses ini disebut piping, yang membentuk rongga kosong nan tersembunyi di bawah tanah dan terus membesar dari waktu ke waktu. Tanda awalnya, muncul retakan halus hingga penurunan sedikit demi sedikit muka tanah. Seiring berkurangnya daya dukung lapisan bawah, lama kelamaan bagian atas rongga semakin menipis. Saat lapisan atas sudah tidak lagi mampu menahan beban tanah dan air di atasnya, tanah runtuh mendadak, membentuk lubang besar. Hal ini sering terjadi setelah hujan deras yang berlangsung lama. Baca juga: Mengapa Jalan Raya Gubeng Surabaya bisa ambles? Sinkhole di SumbarKejadian sinkhole di sekitar lereng Gunung Sago tidak bisa dianggap sepele. Wilayah ini memiliki kombinasi “sempurna” untuk memicu runtuhan tanah: curah hujan tinggi, bentang alam perbukitan curam, serta kondisi geologi yang rapuh karena kombinasi batuan karst dan vulkanis yang luas.Jika air hujan terus masuk ke dalam lubang, rongga semakin melebar. Akibatnya, tepi sinkhole bisa runtuh perlahan dan lubang semakin melebar dari tahun ke tahun.Dalam kondisi tertentu, jika sinkhole sudah cukup besar dan bagian dasarnya tertutup lapisan kedap air, maka air hujan tidak bisa lagi meresap ke bawah dan akan tertahan di dalam lubang.Lama-kelamaan, genangan ini bisa berkembang menjadi danau alami yang disebut danau dolina. Di berbagai negara seperti Cina dan kawasan Balkan, banyak danau yang muasalnya terbentuk dari sinkhole. Ukuran sinkhole sangat bervariasi—tergantung jenis batuan, sistem air bawah tanah, serta sejarah bentang alam suatu wilayah. Sinkhole terbesar ditemukan di Cina (lebar 500 meter dan kedalaman 600 meter), Chili (25 dan 200 meter), Venezuela (352 dan 354 m), dan Bali (30 dan 50 meter).Sinkhole sejatinya merupakan proses geologi yang wajar dalam perkembangan bentang alam. Namun, ketika terjadi di dekat permukiman manusia, sinkhole menjadi ancaman serius karena bisa merusak lahan pertanian, kebun, dan infrastruktur. Selain kerusakan di permukaan, sinkhole juga mengganggu sistem air tanah. Aliran sungai bawah tanah bisa berubah arah dan menyebabkan sumur warga tiba-tiba mengering atau malah meluap saat musim hujan.Air sinkhole tidak aman dikonsumsiSejak kemunculan sinkhole, warga Situjuah Batua berbondong-bondong mengambil airnya, karena bersih dan muncul rumor bahwa airnya berkhasiat.Secara kasat mata, air di sinkhole memang tampak jernih. Namun kejernihan ini sebenarnya menipu. Sinkhole ibarat corong raksasa yang menghubungkan permukaan tanah langsung ke sistem air tanah. Semua yang ada di permukaan bisa masuk tanpa penyaringan, termasuk limbah rumah tangga, nitrat, kalsium dan magnesium yang tinggi, kotoran ternak, residu pupuk, hingga logam berat dari pestisida. Berbeda dengan akuifer biasa yang terlindungi lapisan tanah tebal, sistem karst bersifat terbuka. Setelah hujan lebat, air bisa langsung keruh dan membawa bakteri seperti E. coli. Saya pun pernah mengalami gangguan kesehatan setelah meminum air yang bersumber dari daerah karst. Setelah 2-3 bulan, pemeriksaan laboratorium mendapati adanya microcrystalline calcium atau kristal mineral di ginjal saya. Ini disebabkan air dari akuifer karst mengandung mineral yang cukup tinggi sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan ginjal jika dikonsumsi.Air yang ada di sinkhole Nagari Situjuah Batua mempunyai risiko yang sama walaupun bukan berasal dari karst. Air sinkhole kemungkinan besar terkontaminasi dengan berbagai aktivitas pertanian.Inilah sebabnya air dari sinkhole sebaiknya tidak diminum langsung tanpa pengolahan. Konsumsi jangka panjang tanpa pengolahan bisa berdampak pada gangguan pencernaan, risiko batu ginjal, hingga merusak gigi.Deteksi sinkholeSinkhole sebenarnya bisa kita deteksi lebih awal, meskipun tidak selalu mudah dan membutuhkan kombinasi pengamatan lapangan serta teknologi geofisika. Tanda-tanda sederhananya adalah muncul retakan kecil di tanah dan dinding rumah, halaman turun perlahan, condongnya pohon, hingga mengeringnya sumur secara tiba-tiba. Di sinilah peranan ilmu pengetahuan sebagai alat pembaca tanda-tanda tersebut. Dengan teknologi seperti radar tembus tanah, metode geolistrik, dan pemetaan geologi, para peneliti bisa “mengintip” perut bumi tanpa harus menggalinya. Data hujan dan dinamika air tanah bisa melengkapi analisis. Kita memang tidak bisa meramalkan kapan waktu pasti runtuhnya tanah, tetapi mengenali tanda-tandanya bisa memperkecil risiko. Sebab, mitigasi sejati bukan menunggu bencana datang, melainkan belajar memahami isyarat alam sebelum ia berbicara lebih keras.Dian Fiantis tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi selain yang telah disebut di atas.