Menkes Paparkan Hasil CKG: Dari 6 Juta Orang Darah Tinggi, 191 Ribu Terkendali

Wait 5 sec.

Suasana rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1). Foto: Nasywa Athifah/kumparanMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pengendalian tekanan darah tinggi di Indonesia berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG).Dari sekitar 6 juta peserta CKG yang terdeteksi mengalami hipertensi, baru 191 ribu orang yang kondisinya berhasil dikendalikan.“Nah kita coba jalankan di beberapa puskesmas, ya prestasinya belum bagus. Dari 6 juta yang hipertensi, yang terkendali baru 191 [ribu],” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (19/1).Budi menegaskan, hipertensi yang tidak ditangani dalam jangka panjang berisiko menyebabkan penyakit kardiovaskular serius seperti stroke dan serangan jantung.Suasana Bakti Kesehatan (operasi katarak gratis, cek kesehatan gratis dan bantuan kacamata) oleh Pemprov DKI Jakarta di RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (10/12/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan“Orang hipertensi ini didiemin 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun jadi stroke, jadi jantung, wafat. Tapi kalau ketahuan dini, diobatin setiap hari, terkendali, dia bisa hidup sehat, nggak usah ke rumah sakit,” jelas Budi.Menurutnya, penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Namun, pengendalian faktor risiko utama dinilai mampu menurunkan prevalensi penyakit tersebut secara signifikan.“Kardiovaskular sebagai penyebab kematian utama, yaitu stroke sama jantung. Kalau kita bisa kontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, itu penelitian menyebutkan bisa menurunkan prevalensi antara 30 sampai 50 persen,” ujarnya.Ia menjelaskan, pasien hipertensi yang dinyatakan terkendali merupakan mereka yang tidak hanya menerima obat, tetapi juga menjalani pemantauan berkala.“Terkendali itu artinya apa? Dia dikasih obat, dia minum tiap hari, kemudian sebulan lagi ya dites. Nah, di bulan keempat dites lagi, darah tinggi apa nggak. Kalau udah dua kali dia turun, itu dibilangnya terkendali,” jelas Budi.Suasana rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1). Foto: Nasywa Athifah/kumparanDari 6 juta peserta yang terdeteksi hipertensi, pemerintah menargetkan 90 persen di antaranya dapat masuk kategori terkendali.“Nah kita sekarang inginnya saya adalah dari 6 juta itu 90 persen jadi terkendali. Ini yang tahun ini kita akan lakukan. Dengan memberikan obat generik murah di puskesmas,” tuturnya.Selain hipertensi, Budi juga menyoroti hasil CKG terkait gula darah yang dinilainya masih sangat rendah tingkat pengendaliannya, padahal diabetes merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kronis.“Nah ini gula. Gula ini mother of all diseases,” ungkap Budi.“Nah itu diberikan obat sama, dikasih Metformin setiap hari dia minum, yang terkendali tuh masih rendah sekali, 6.736,” lanjutnya.Budi menegaskan, pemerintah ingin mendorong deteksi dan pengobatan dini agar peserta tidak berujung pada perawatan rumah sakit maupun kematian akibat stroke dan serangan jantung.“Jadi orang yang sudah ada gejala-gejala atau faktor risiko kardiovaskular, itu langsung kita obatin sehingga tidak usah masuk rumah sakit, tidak usah stroke, tidak usah kena serangan jantung ya,” pungkas dia.