Trump Akan Bentuk Dewan Perdamaian untuk Gaza, Digadang Jadi Saingan DK PBB

Wait 5 sec.

Presiden AS Donald Trump menjawab pertanyaan dari anggota pers di atas Air Force One dalam perjalanan kembali ke Gedung Putih pada 11 Januari 2026 di Palm Beach, Florida. Foto: Samuel Corum/Getty Images via AFPAmerika Serikat (AS) mengundang delapan negara untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukan Presiden Donald Trump. Badan tersebut akan menyusun dan mengawasi kebijakan di Gaza usai perang selama dua tahun.Menurut seorang pejabat AS yang namanya dirahasiakan, setiap negara anggota akan berkontribusi sebesar 1 miliar dolar AS atau setara Rp 16 triliun. Kontribusi tersebut akan digunakan untuk membangun ulang Gaza.Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menyatakan menerima undangan dari Trump. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto pada Minggu (18/1) waktu setempat.Seorang pria Palestina membantu seorang wanita saat mereka berjalan melewati bangunan-bangunan yang hancur di kamp Bureij di Jalur Gaza tengah, Jumat (9/1/2026). Foto: EYAD BABA/AFPSelain Hungaria, Kementerian Luar Negeri Vietnam menyebut Sekretaris Jenderal Partai Komunis To Lam juga menerima ajakan Trump tersebut. Negara lain yang turut diundang adalah Australia, India, Yordania, Yunani, Siprus, dan Pakistan.Di samping delapan negara yang menyatakan bersedia menerima undangan Trump, Kanada, Turki, Mesir, Paraguay, dan Argentina turut mengonfirmasi menerima informasi terkait ajakan tersebut. Belum jelas total negara yang diundang Trump.Trump kemungkinan besar akan mengumumkan secara resmi keanggotaan dewan tersebut pada pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos pada pekan ini.Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan di kamp Bureij di Jalur Gaza tengah, Jumat (9/1/2026). Foto: EYAD BABA/AFPJika nantinya resmi terbentuk, badan ini akan mengawasi pelaksanaan gencatan senjata di Gaza. Mereka juga akan menyusun komite di Gaza, mengirimkan aparat keamanan, melucuti senjata Hamas, hingga mengawasi pembangunan kembali wilayah tersebut.Trump telah mengirimkan surat kepada para pemimpin negara pada Jumat (16/1) pekan lalu. Negara yang menerima undangan tersebut, kata Trump, akan dianggap sebagai negara pendiri.“Dewan Perdamaian akan memulai pendekatan baru yang berani untuk menyelesaikan konflik global,” kata Trump dalam undangannya, seperti dikutip dari Associated Press.Saingan DK PBBSidang DK PBB soal Gaza di New York, Rabu (29/11/2023). Foto: Twitter/Menlu_RIJika terbentuk, Dewan Perdamaian ini dinilai sejumlah pihak berpotensi menjadi saingan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Hingga kini, DK PBB merupakan entitas global paling berpengaruh yang dibentuk setelah Perang Dunia II.DK PBB beranggotakan 15 negara, terdiri atas lima anggota tetap dan 10 anggota tidak tetap yang dipilih dan bertugas secara bergilir. Lima anggota tetap memiliki hak veto (China, Prancis, Inggris, Rusia, dan AS).Pembentukan Dewan Perdamaian dilakukan di tengah menurunnya pengaruh PBB akibat pemotongan anggaran besar-besaran oleh pemerintahan Trump serta sejumlah negara donor lainnya.Tony Blair hingga Jared KushnerAkhir pekan lalu, AS juga telah merilis nama-nama anggota Dewan Perdamaian yang akan memonitor perkembangan Gaza, sebagai bagian dari rencana AS untuk menjaga perdamaian di kawasan tersebut. Dilansir AFP, Presiden Donald Trump yang akan mengepalai dewan ini.Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff (kedua dari kiri) dan Jared Kushner (kanan) saat melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Rusia, Selasa (2/12/2025). Foto: Sputnik/Alexander Kazakov/Pool via REUTERSNama-nama yang disebut masuk dewan adalah eks Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Menlu AS Marco Rubio, utusan khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, Pebisnis Marc Rowan, Penasihat Politik Robert Gabriel, hingga menantu Trump, Jared Kushner."Ini adalah dewan paling prestisius dan hebat yang bisa dikumpulkan saat ini," kata Trump, dalam keterangan resmi yang dibagikan Gedung Putih, Sabtu (17/1).