Ilustrasi pria dan kesuburan. Foto: ThinkstockSetahun menikah dan rutin berhubungan intim, namun kehamilan belum juga terjadi. Situasi ini kerap menimbulkan kecemasan, saling menyalahkan, hingga tekanan psikologis bagi pasangan suami istri.Banyak pasangan mengira ketidaksuburan atau infertilitas selalu berkaitan dengan kondisi perempuan. Padahal, menurut Dokter Spesialis Andrologi, Seksologi, dan Anti-Aging, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM, penyebab infertilitas justru lebih sering berasal dari pihak pria.“Nah sekarang dari data itu, penyebab ketidaksuburan itu ternyata lebih banyak pada pria,” ujar Prof. Wimpie dalam acara Grand Opening Steros Clinic di Jakarta Selatan, Kamis (15/1).Tak Kunjung Hamil Setelah Setahun Menikah, Bisa Jadi Masalah Infertilitas PriaIlustrasi pasangan. Foto: Chay_Tee/ShutterstockProf. Wimpie juga menjelaskan, pasangan dapat dikategorikan mengalami infertilitas apabila telah menikah selama satu tahun, melakukan hubungan seksual secara teratur. Yakni minimal dua hingga tiga kali dalam seminggu, namun belum juga terjadi kehamilan. Kondisi ini seharusnya menjadi sinyal untuk segera melakukan pemeriksaan medis.“Untuk tahunya ya harus periksa sperma. Pastikan spermanya normal atau tidak,” tegasnya.Selain pemeriksaan sperma, evaluasi juga perlu mencakup kondisi organ reproduksi pria. Salah satu hal penting yang diperhatikan adalah ukuran testis. Testis yang berukuran kecil dapat menjadi tanda adanya gangguan fungsi, termasuk produksi sperma dan hormon.Dokter Spesialis Andrologi, Sexologi, dan Anti-Aging, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And Subsp.SAAM, dalam acara Grand Opening Steros Clinic di Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan“Salah satu yang perlu diperiksa tentu kemudian hormon. Sebelumnya ukuran testisnya normal nggak dia? Jadi kalau ukurannya kecil ya kemungkinan besar nggak normal,” imbuh Prof. Wimpie.Namun, Prof. Wimpie mengingatkan bahwa jika kondisi testis sudah terlambat ditangani dan mengalami penyusutan, fungsi reproduksi tidak bisa dikembalikan. Meski demikian, ia menambahkan bahwa gangguan pada perkembangan penis masih dapat ditangani secara medis.Dengan terapi tertentu, ukuran penis masih bisa diperbaiki dan pria tetap dapat melakukan hubungan seksual. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta mengembalikan kesuburan.Ilustrasi kantong testis atau buah zakar. Foto: diy13/Shutterstock“Tapi kalau sudah terlambat mengecil (testis), ya nggak bisa lagi. Sudah mengecil ya mandul dia. Tapi kalau untuk perkembangan penisnya yang terganggu masih bisa diperbesar. Juga bisa melakukan hubungan seks walaupun pengobatannya seumur hidup, tapi tetap mandul,” sambungnya.Prof. Wimpie menekankan pentingnya deteksi dini dan kesadaran pria untuk memeriksakan kesehatan reproduksi. Dengan pemeriksaan yang tepat dan penanganan sejak awal, peluang untuk mengetahui dan mengelola masalah infertilitas bisa dilakukan lebih baik, sekaligus membantu pasangan merencanakan langkah selanjutnya secara lebih bijak, Moms.