Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani saat konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanKementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp 1.931,2 triliun. Capaian tersebut tumbuh 12,7 persen jika dibandingkan tahun lalu, melampaui target pemerintah yang dipatok sebesar Rp 1.905,6 triliun.Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rosan Roeslani menyebut investasi tersebut turut menyerap tenaga kerja sebanyak 2.710.532 orang, meningkat 10,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).“Alhamdulillah bahwa target realisasi investasi 2025 melebihi sedikit dari target yang dicanangkan. Sepanjang tahun 2025 ini dari Januari sampai Desember, total realisasi investasi mencapai Rp 1.931,2 triliun,” kata Rosan saat konferensi pers, dikutip Jumat (16/1).Dari sisi persebaran wilayah, realisasi investasi sepanjang 2025 masih didominasi kawasan di luar Pulau Jawa dengan porsi 51,3 persen atau senilai Rp 991,2 triliun. Sementara itu, investasi di Pulau Jawa menyumbang 48,7 persen atau sebesar Rp 940 triliun.Berdasarkan sumber modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat lebih besar dengan kontribusi 53,4 persen atau senilai Rp 1.030,3 triliun. Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar 46,6 persen atau mencapai Rp 900,9 triliun.Secara regional, provinsi dengan realisasi investasi terbesar sepanjang 2025 adalah Jawa Barat dengan nilai Rp 296,8 triliun atau setara 15,4 persen dari total investasi. Posisi berikutnya ditempati DKI Jakarta sebesar Rp 270,9 triliun (14 persen), Jawa Timur Rp 145,1 triliun (7,5 persen), Banten Rp 130,2 triliun (6,7 persen), serta Sulawesi Tengah Rp 127,2 triliun (6,6 persen).Sementara dari sisi sektoral, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi sektor dengan realisasi investasi terbesar mencapai Rp 262,0 triliun. Selanjutnya disusul sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp 211,0 triliun, pertambangan Rp 199,6 triliun, jasa lainnya Rp 170,5 triliun, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp 140,4 triliun.Adapun sumber investasi asing terbesar masih berasal dari Singapura dengan nilai USD 17,4 miliar. Berikutnya disusul Hong Kong sebesar USD 10,6 miliar, China USD 7,5 miliar, Malaysia USD 4,5 miliar, dan Jepang USD 3,1 miliar.