Istana Sebut Indonesia Bakal Perbanyak Fakultas Kedokteran: Beasiswa Penuh

Wait 5 sec.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat jumpa pers usai mengikuti kegiatan Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan PTN dan Swasta Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan langkah serius untuk mengatasi kekurangan jumlah dokter di Indonesia. Salah satu kebijakan utama yang disiapkan adalah memperbanyak fakultas kedokteran, termasuk dengan skema beasiswa penuh bagi mahasiswa.Hal itu disampaikan Prasetyo usai pertemuan guru besar, rektor, dan dekan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (15/1).Prasetyo menjelaskan, dalam forum taklimat tersebut dibahas dua pendekatan utama untuk menjawab krisis tenaga medis."Ya, jadi berkenaan dengan masalah bagaimana kita mengatasi kekurangan jumlah dokter, ada dua hal yang tadi juga di dalam forum taklimat juga disampaikan bahwa sudah ada beberapa kebijakan-kebijakan untuk program studi-program studi kedokteran untuk itu diperbesar dari sisi penerimaan jumlah mahasiswanya maupun yang menuju ke dokter spesialis," kata Pras.Selain memperbesar daya tampung, pemerintah juga menilai perlu langkah yang lebih berani untuk membentuk fakultas baru kedokteran umum."Yang kedua, memang mau tidak mau nampaknya kita harus memberanikan diri untuk mau tidak mau kita membuat fakultas baru untuk kedokteran umum, kemudian kita juga kekurangan dokter gigi, kita juga harus kuat dalam hal farmasi, kita juga harus kuat dalam teknologi kesehatan," ujarnya.Lebih lanjut, Pras memastikan bahwa kampus kedokteran itu akan full dibiayai oleh pemerintah."Ya itu tadi yang saya sampaikan itu. Jadi dalam program itu akan direncanakan full scholarship, artinya ber-beasiswa penuh gitu," tandas dia.