Presiden AS Donald Trump berbicara kepada pers di atas pesawat Air Force One pada (11/1/2026). Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFPPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kian serius dalam rencananya mengakuisisi Greenland. Bahkan AS sudah membahas pembayaran kepada warga Greenland sebagai bagian dari upaya untuk membujuk mereka agar memisahkan diri dari DenmarkDikutip dari Reuters, Minggu (17/1), meski belum ada angka pasti, AS menawarkan pembayaran mulai dari USD 10.000 sampai USD 100.000 atau Rp1,68 miliar (dengan asumsi kurs Rp 16.895 per USD).Langkah untuk membayar warga Greenland yang memiliki penduduk 57.000 jiwa itu menjadi satu langkah yang dilihat sebagai cara AS membeli Greenland. Meski demikian, sebelumnya AS juga membuka opsi lain seperti opsi penggunaan militer.Setelah Trump kembali mengatakan kepada wartawan bahwa AS perlu mengambil alih Greenland, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen juga memberikan komentarnya.“Sudah cukup, tidak ada lagi khayalan tentang aneksasi,” tulis Nielsen, dalam unggahannya Facebook.Trump telah lama berpendapat bahwa AS perlu mengakuisisi Greenland karena beberapa alasan. Salah satunya adalah kekayaan mineral yang dibutuhkan untuk teknologi militer canggih. Dia juga mengatakan bahwa kawasan belahan bumi barat secara luas perlu berada di bawah pengaruh geopolitik AS.Pada hari Selasa lalu, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, Inggris, dan Denmark sudah mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan bahwa hanya Greenland dan Denmark yang dapat memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan mereka.Sebelumnya, Trump juga mengancam pengenaan tarif impor bagi negara yang menolak rencana AS ambil alih Greenland. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kunjungan sejumlah anggota Kongres AS ke Kopenhagen untuk menyatakan dukungan terhadap Denmark dan wilayah otonomnya di kawasan Arktik, Jumat (16/1)."Kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Jadi saya mungkin akan mengenakan tarif (bagi negara yang menolak)," kata TrumpMeski begitu, delegasi bipartisan Kongres AS yang melakukan kunjungan dua hari ke ibu kota Denmark menegaskan bahwa ambisi teritorial Trump, yang sejak lama ditolak keras oleh Denmark, tidak mencerminkan pandangan mayoritas rakyat AS.