Ilustrasi Peta Greenland. Foto: Alexander Lukatskiy/ShutterstockGreenland, sebuah pulau besar di lingkar Arktik yang diselimuti es memanas. Hal ini terkait dengan ambisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih wilayah otonomi dari Denmark tersebut. Pernyataan ini memicu reaksi kuat dari masyarakat Denmark–Greenland, serta respons militer dan diplomatik dari Denmark dan sekutu NATO lainnya. Peristiwa-peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian global atas Arktik sebagai wilayah penting secara strategis — baik secara militer maupun sumber daya alam — seiring persaingan geopolitik antara kekuatan besar. Demonstrasi warga, patroli kapal perang, dan latihan NATO di Greenland mencerminkan bagaimana isu kedaulatan negara kecil dapat menjadi pusat perhatian internasional.Berikut rangkumannya.Warga Denmark-Greenland Serentak Demo Tolak AS: Hands Off Greenland!Demonstrasi “Hands Off Greenland” digelar serentak di berbagai kota besar Denmark seperti Kopenhagen, Aarhus, Aalborg, Odense, serta di ibu kota Greenland, Nuuk, sebagai bentuk penolakan terhadap tekanan politik dan wacana pengambilalihan oleh Amerika Serikat. Aksi itu dipicu oleh pernyataan politik yang dianggap mengancam kedaulatan Greenland.Menurut salah satu penyelenggara, “Tujuannya adalah mengirim pesan yang jelas dan bersatu tentang penghormatan terhadap demokrasi Greenland dan hak asasi manusia yang mendasar,” ujar Uagut, sebuah asosiasi warga Greenland di Denmark.Para pengunjuk rasa ikut serta dalam pawai unjuk rasa yang berakhir di depan konsulat AS, dengan slogan, "Greenland milik rakyat Greenland", di Nuuk, Greenland, Sabtu (15/3/2025). Foto: Christian Klindt Soelbeck/Ritzau Scanpix/via REUTERSPara demonstran membawa bendera, slogan, dan berkumpul di depan kantor konsulat atau kedutaan besar AS sebagai simbol penolakan terhadap rencana eksternal yang dianggap mengancam otonomi mereka.Organisasi penyelenggara menegaskan bahwa tuntutan utama mereka adalah penghormatan terhadap kedaulatan Greenland dan hak untuk menentukan masa depan sebagai bangsa merdeka. “Kami menuntut penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip hukum internasional. Ini bukan hanya perjuangan kami, ini adalah perjuangan yang menyangkut seluruh dunia,” tegas Avijaja Rosing-Olsen, salah satu penyelenggara demo.Kapal Perang Denmark Patroli di Greenland, Eropa Kirim Sinyal ke TrumpMiliter Denmark meningkatkan kehadiran di wilayah Greenland dengan mengerahkan kapal Angkatan Laut Kerajaan Denmark, termasuk kapal patroli HDMS Knud Rasmussen, yang melakukan patroli di perairan lepas pantai Nuuk. Langkah ini dilakukan di tengah memanasnya isu keamanan dan pernyataan politik dari AS terkait Greenland.Pengerahan pasukan itu dilakukan bertepatan dengan persiapan pertemuan antara menteri luar negeri Denmark dan Greenland dengan perwakilan Gedung Putih di Washington, yang membahas ketegangan yang muncul.Kapal patroli Angkatan Laut Kerajaan Denmark HDMS Knud Rasmussen berlabuh di pelabuhan Nuuk, Greenland pada Jumat (16/1/2026). Foto: Alessandro Rampazzo/AFPSelain militer Denmark, personel militer Prancis juga berada di Greenland. “Satu tim awal personel militer Prancis sudah berada di lokasi dan akan diperkuat dalam beberapa hari ke depan dengan sarana darat, udara, dan laut,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pidato Tahun Baru kepada angkatan bersenjata.Personel militer dari Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) menaiki bus saat meninggalkan markas Komando Arktik setelah diberi pengarahan pada malam hari setelah kedatangan mereka di Nuuk, Greenland pada Jumat (16/1/2026). Foto: Alessandro Rampazzo/AFPSelain Prancis, sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Inggris, Norwegia, Swedia, dan Belanda ikut menunjukkan solidaritas dengan mengirim atau menjanjikan pasukan dalam jumlah simbolis ke Greenland.Greenland Jadi Lokasi Latihan Militer NATO, AS Turut DiundangGreenland juga ditetapkan sebagai lokasi latihan militer NATO untuk menunjukkan kekompakan aliansi dalam menghadapi dinamika keamanan global saat ini. Denmark sebagai tuan rumah latihan menegaskan bahwa Amerika Serikat sebagai anggota NATO diundang pada latihan ini. “Tentu saja, Amerika Serikat sebagai bagian dari NATO diundang ke sini,” kata Kepala Komando Arktik Gabungan Denmark, Mayor Jenderal Soren Andersen.Penjahit Tove Lycke mengerjakan bendera NATO, di pabrik bendera Flagghuset, di Akersberga, Swedia, (7/3). Foto: TT/Anders Wiklund via REUTERSAndersen menambahkan bahwa latihan tersebut tidak bertujuan untuk memprovokasi pihak mana pun, tetapi berkaitan dengan situasi keamanan global yang lebih luas, termasuk dampak konflik di Ukraina.Selama latihan, pihak Denmark belum menemukan kehadiran kapal Rusia atau China di sekitar perairan Greenland, menegaskan bahwa situasi masih dalam kendali meskipun menjadi sorotan geopolitik.Latihan ini memperlihatkan bahwa Greenland bukan hanya arena protes dan diplomasi, tetapi juga bagian dari strategi pertahanan kolektif NATO di kawasan Arktik, dengan keterlibatan berbagai negara sekutu.