Ilustrasi ibu dan anak. Foto: ShutterstockPendidikan seks masih sering dipandang sebagai topik yang sensitif, bahkan tabu, untuk dibicarakan dengan anak. Tak sedikit orang tua merasa canggung atau takut salah dalam menyampaikannya. Padahal, tanpa disadari anak justru membutuhkan panduan sejak dini agar memahami tubuhnya sendiri dan mampu melindungi diri dari risiko yang tidak diinginkan.Menurut Dokter Spesialis Andrologi, Seksologi, dan Anti-Aging, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM, edukasi seksual justru sangat penting diberikan sejak dini. Ia menilai, belum semua sekolah memberikan pendidikan seks secara menyeluruh.Pendidikan Seks Sejak Dini Masih Minim, Peran Orang Tua Jadi KunciDokter Spesialis Andrologi, Sexologi, dan Anti-Aging, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And Subsp.SAAM, dalam acara Grand Opening Steros Clinic di Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparanKarena itu, orang tua memegang peran paling penting sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak. Pendidikan seks tidak harus selalu disampaikan dengan istilah medis yang rumit, melainkan bisa dimulai dari hal-hal sederhana dalam keseharian.“Peran orang tua penting itu memberikan pendidikan seks paling enggak orang tua tanya anaknya, ‘Sudah mens belum?” Misalnya anak perempuan itu kok banyak jerawat, ‘kamu harus periksa banyak jerawat’ Itu kan termasuk pendidikan seks juga,” ucap Prof. Wimpie dalam acara Grand Opening Steros Clinic di Jakarta Selatan, Kamis (15/1).Tak hanya itu, pendidikan seks juga berkaitan erat dengan nilai dan contoh di dalam keluarga. Kata Prof. Wimpie, keharmonisan hubungan suami istri menjadi teladan penting bagi anak. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Jika orang tua sering bertengkar, hal itu bisa berdampak pada cara anak memandang relasi di masa depan.Ilustrasi ibu dan anak perempuannya. Foto: Selfmade studio/ShutterstockIa juga menekankan pentingnya orang tua untuk tidak menutup mata terhadap isu batasan tubuh. Anak perlu diberi pemahaman sejak dini tentang bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang lain, dan bahwa mereka berhak menolak sentuhan yang membuat tidak nyaman.Sementara untuk anak laki-laki, orang tua juga dianjurkan tidak segan memperhatikan perkembangan fisik anak, misalnya saat memandikan. Mengecek apakah organ kelamin berkembang normal sesuai usia merupakan langkah sederhana namun penting untuk deteksi dini bila ada masalah kesehatan.“Jangan segan orang tua sekali-sekali waktu memandikan anaknya dilihat anaknya normal nggak nih kelaminnya. Kok kecil dibandingkan teman seumurnya. Itu juga salah satu cara yang sederhana yang bisa dilakukan orang tua,” imbuhnya.