Rumah Hunian Sementara yang dibangun olen BUMN di Aceh Timur, Aceh, Jumat (16/1/2026). Foto: Dok. Bakom RIPemerintah menarget pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara dapat rampung sebelum ramadan tiba. Adapun jumlah huntara di kedua daerah tersebut adalah 1.606 unit.Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjelaskan percepatan pembangunan tersebut merupakan arahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).“Kita juga sedang membangun huntara, total ada 1.606 unit. Targetnya sebelum masuk bulan Ramadan selesai semua, itu sesuai arahan dari BNPB,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10).Adapun huntara tersebut tersebar di Tapanuli Selatan sebanyak 431 unit dan di Provinsi Aceh yang meliputi 480 unit di Kabupaten Bener Meriah, 400 unit di Kabupaten Aceh Utara, 211 unit di Pidie Jaya dan 84 unit di Aceh Tamiang yang saat ini sudah selesai.Hunian sementara di Tapanuli Selatan. Foto: PT Nindya KaryaUntuk Tapanuli Selatan, PT Nindya Karya juga turut membangun 200 unit huntara. Hal ini merupakan langkah Nindya Karya sebagai bagian dari program BUMN Peduli."Dengan hadirnya hunian sementara ini merupakan upaya kami dalam mendukung masa transisi masyarakat yang terdampak bencana Sumatera dari fase tanggap darurat menuju tahap pemulihan. Tentunya dengan hunian yang nyaman dan didukung dengan fasilitas pendukung aktvitas masyarakat sehari-hari," kata Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah.Adapun huntara yang dibangun menggunakan sistem modular dengan struktur baja ringan sehingga proses konstruksi bisa dilakukan dalam waktu cepat. Meski demikian, kenyamanan penghuni tetap menjadi perhatian.Selain unit hunian, kawasan huntara juga dilengkapi dengan fasilitas umum yang mendukung kebutuhan dasar warga, berupa 40 unit toilet, 4 unit dapur umum, dan 4 unit musala. Fasilitas ini disiapkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari selama menempati< hunian sementara.Saat ini, pembangunan huntara terus digenjot bersamaan dengan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung agar masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang layak dan aman. Hingga kini, progres fisik di lapangan telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.Percepatan pembangunan huntara ini juga ditujukan agar masyarakat yang menjadi korban bencana dapat segera memiliki hunian yang aman.