Komitmen BYD Bawa Ekosistem Mobil Energi Baru Lengkap ke Indonesia

Wait 5 sec.

General Manager of BYD Asia-Pacific Sales Division Liu Xueliang. Foto: Dok. BYD General Manager Asia Pacific Sales BYD Auto Liu Xueliang menyatakan bahwa kedatangan BYD di Indonesia jauh melampaui ambisi sebagai perakit kendaraan listrik biasa. Dirinya mengungkap komitmen perusahaan dimulai dari hulu, yakni bisnis inti mereka sebagai produsen baterai."Dari awal R&D dan produksi baterai, kami sudah mempertimbangkan bagaimana mendaur ulangnya," ungkap Liu saat ditemui kumparan di Zhengzhou, China belum lama ini.Ini menunjukkan filosofi BYD yang bertanggung jawab, di mana siklus hidup sebuah produk telah dirancang sejak dini untuk meminimalisir dampak lingkungan. Baterai kendaraan listrik akan masuk daur ulang sebagai basis penyimpanan energi, sebelum akhirnya masuk ke proses daur ulang material secara menyeluruh.Ilustrasi logo mobil listrik BYD. Foto: Sena Pratama/kumparanKemudian Liu juga mengonfirmasi bahwa BYD tengah menyusun agenda strategis untuk membangun ekosistem baterai yang komprehensif di Indonesia yang berpusat di Subang, Jawa Barat."Kami sudah melihat dan mempelajari, bagaimana kami akan menciptakan keseluruhan ekosistem BYD di Indonesia di Subang, tidak hanya produksi, daur ulang, tetapi solusi yang komplet," lanjutnya.Komitmen mendalam juga terlihat dari rencana investasi dan pengembangan rantai pasok. Liu menyatakan bahwa investasi BYD akan dilakukan berdasarkan kebutuhan pasar, dengan kapasitas awal 150 ribu unit per tahun yang dapat ditingkatkan."Kami tidak hanya kerja sama dengan supplier, tapi juga akan kerjasama untuk R&D dan produksi part yang sesuai kebutuhan pasar Indonesia," tegasnya.Bocoran Bahasa Indonesia di menu head unit Denza B5. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanDiversifikasi teknologi menjadi kata kunci lain dalam strategi BYD membawa pilihan lengkap di segmen kendaraan energi baru (NEV). Liu menyebutkan perusahaan akan menggunakan portofolio teknologinya untuk menyediakan pilihan yang lebih beragam bagi konsumen Indonesia.Hal ini termasuk mengenalkan teknologi hybrid cerdas DM-i (PHEV) dengan membawa varian premium lainnya yakni Denza B5. Model tersebut diproyeksikan masuk Indonesia, sebab saat kunjungan kumparan ke Zhengzhou, China, model tersebut telah hadir dalam menu Bahasa Indonesia di head unit-nya serta menganut setir kanan."Sangat mungkin kami bawa, kami akan mengenalkan Denza B5 untuk pasar Indonesia. Saya bisa konfirmasi akan masuk Indonesia," tukasnya.Interior mobil PHEV baru Denza B5 yang akan masuk Indonesia. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan