Greenland. Foto: muratart/ShutterstockInformasi mengenai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kian serius dalam rencananya mengakuisisi Greenland menjadi salah satu berita populer di kumparanBisnis sepanjang Minggu (18/1).Tak hanya itu, ada juga kabar tentang kuota beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebanyak 5.750 di 2026 juga tidak kalah menyita perhatian publik. Berikut rangkuman selengkapnya:Trump Ngebet Ambil Alih GreenlandPresiden AS Donald Trump menjawab pertanyaan dari anggota pers di atas Air Force One dalam perjalanan kembali ke Gedung Putih pada 11 Januari 2026 di Palm Beach, Florida. Foto: Samuel Corum/Getty Images via AFPDikutip dari Reuters, Minggu (17/1), meski belum ada angka pasti, AS menawarkan pembayaran mulai dari USD 10.000 sampai USD 100.000 atau Rp 1,68 miliar (dengan asumsi kurs Rp 16.895 per USD) ke warga terkait pengambilalihan Greenland.Langkah untuk membayar warga Greenland yang memiliki penduduk 57.000 jiwa itu menjadi satu upaya yang dilihat sebagai cara AS membeli Greenland. Meski demikian, sebelumnya AS juga membuka opsi lain seperti penggunaan militer.Setelah Trump kembali mengatakan kepada wartawan bahwa AS perlu mengambil alih Greenland, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen juga memberikan komentarnya.“Sudah cukup, tidak ada lagi khayalan tentang aneksasi,” tulis Nielsen, dalam unggahannya Facebook.5.750 Kuota Beasiswa LPDP 2026Mendiktisaintek Brian Yuliarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2025). Foto: Zamachsyari/kumparanMenteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menjelaskan rincian kuota tersebut mencakup 1.000 kursi untuk beasiswa Garuda (S1), 4.000 kursi untuk jenjang S2 dan S3, serta 750 kursi khusus bagi doktor spesialis."Kami ingin memastikan negara hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Program LPDP secara konsisten terus melahirkan talenta unggul. Untuk tahun ini, kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru," kata Brian di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1).Menurutnya, fokus pemberian beasiswa S2 dan S3 tahun ini akan lebih spesifik. "Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Bapak Presiden dalam Asta Cita. Kita butuh tenaga ahli yang sesuai dengan arah pembangunan nasional," ujarnya.