IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Simak Saham yang Direkomendasikan

Wait 5 sec.

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (6/9). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (19/1). Indeks saham ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,41 pada perdagangan Kamis (15/1) dan kembali mencetak level tertinggi baru.MNC Sekuritas juga memperkirakan level support IHSG berada di 8.956 dan 8.908, dengan resistance di area 9.077 dan 9.102. Meski demikian, tekanan jual mulai muncul sehingga terdapat potensi koreksi jangka pendek. Secara teknikal, analis MNC Sekuritas menilai target penguatan IHSG telah tercapai, namun pergerakan indeks masih berada dalam fase wave lanjutan yang menguat.“IHSG menguat 0,47 persen ke 9.075 namun disertai oleh munculnya tekanan jual, target 9.100 pun sudah tercapai. Posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], cermati area koreksi yang dapat terjadi di rentang 8.970-9.039 dan area penguatan yang berada di 9.123-9.151,” tulis MNC Sekuritas.Saham yang dapat dicermati menurut MNC Sekuritas pada hari ini antara lain CTRA, ITMG, RAJA, dan KLBF.Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyebut IHSG dapat kembali mencetak level tertinggi baru karena ditopang oleh penguatan saham sektor cyclical. Di sisi lain, sektor industrial justru mengalami koreksi seiring dengan pelemahan nilai tukar Rupiah.“IHSG berpeluang menguji level 9.100-9.200 pada pekan ini," tulis Phintraco Sekuritas.Pada pekan ini, Phintraco memproyeksi perhatian investor pada pekan depan akan tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan berlangsung pada 20–21 Januari 2025.“Diperkirakan BI masih akan mempertahankan BI Rate tetap pada level 4,75 persen karena Rupiah yang masih lemah. Selain itu akan dirilis data pertumbuhan kredit bulan Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 7,6 persen yoy dari 7,74 persen yoy,” tulis Phintraco.Rekomendasi saham yang dapat dicermati menurut Phintraco Sekuritas antara lain BFIN, ISAT, CDIA, MAPI, TLKM dan SIDO.***Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.