Pentagon Gandeng Nvidia hingga Microsoft, Kembangkan AI buat Jaringan Rahasia

Wait 5 sec.

Gedung pentagon. Foto: Frontpage/ShutterstockDepartemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengumumkan telah menandatangani kerja sama dengan sejumlah raksasa teknologi, termasuk Nvidia, Microsoft, Amazon Web Services (AWS), dan Reflection AI.Kesepakatan ini memungkinkan Pentagon menggunakan teknologi dan model kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan-perusahaan tersebut di jaringan rahasia mereka untuk penggunaan operasional. Langkah ini menyusul kerja sama sebelumnya dengan Google, SpaceX, dan OpenAI.Pentagon menyebut kerja sama ini akan mempercepat transformasi militer Amerika Serikat menjadi kekuatan tempur yang mengutamakan AI.“Perjanjian ini akan memperkuat kemampuan prajurit dalam menjaga keunggulan pengambilan keputusan di seluruh domain peperangan,” tulis Pentagon dalam pernyataan resmi, mengutip TechCrunch.Kesepakatan ini juga menjadi bagian dari strategi Pentagon untuk memperluas kerja sama dengan berbagai penyedia AI. Langkah tersebut diambil setelah konflik dengan perusahaan AI Anthropic terkait syarat penggunaan teknologi mereka.Pentagon menginginkan akses tanpa batas terhadap alat AI milik Anthropic. Namun, perusahaan tersebut menolak dan meminta adanya pembatasan guna mencegah penyalahgunaan, seperti pengawasan massal domestik dan penggunaan senjata otonom.Perselisihan ini kini masih berlangsung di pengadilan. Pada Maret 2026 lalu, Anthropic sempat memenangkan putusan sementara yang melarang Pentagon menyebut perusahaan tersebut sebagai risiko rantai pasok. Pentagon menegaskan bahwa mereka ingin menghindari ketergantungan pada satu vendor AI saja.Simulasi perang Pentagon di Afrika Barat Foto: Faisal Nu'man/kumparan“Kami akan terus membangun arsitektur yang mencegah ketergantungan pada satu penyedia AI dan memastikan fleksibilitas jangka panjang,” tulis Pentagon.Dengan mengakses berbagai teknologi AI dari ekosistem teknologi Amerika, militer diharapkan memiliki alat yang lebih lengkap untuk menghadapi ancaman. Teknologi AI dari perusahaan-perusahaan tersebut akan digunakan pada lingkungan dengan tingkat keamanan tinggi, yaitu Impact Level 6 (IL6) dan Impact Level 7 (IL7).Kedua tingkat ini merupakan klasifikasi keamanan tinggi untuk data dan sistem yang dianggap penting bagi keamanan nasional. Penggunaan di level ini berarti sistem harus dilindungi secara ketat, baik secara fisik maupun melalui kontrol akses dan audit yang ketat.Pentagon juga mengungkapkan bahwa lebih dari 1,3 juta personel Departemen Pertahanan telah menggunakan platform AI internal mereka, GenAI.mil. Platform ini menyediakan akses ke model bahasa besar (large language model/LLM) dan berbagai alat AI lainnya dalam lingkungan cloud yang telah disetujui pemerintah.Saat ini, penggunaan platform tersebut masih difokuskan pada tugas non-rahasia seperti riset, penyusunan dokumen, dan analisis data. Langkah Pentagon ini menunjukkan semakin besarnya peran kecerdasan buatan dalam sektor pertahanan, sekaligus membuka diskusi baru terkait batasan dan etika penggunaan AI dalam militer.