Bongkar Rahasia Stylist Anne Hathaway di Buku The Art of Intentional Dressing dan Temukan Gaya Versi Kamu!

Wait 5 sec.

“What you wear is not random. It’s a decision you repeat everyday.”Berapa lama kamu berdiri di depan lemari pagi ini, Grameds?Lima menit? Sepuluh menit? Atau cukup lama sampai kamu mulai berganti baju… Bukan karena salah outfit, tapi karena rasanya “bukan kamu banget”? Di balik momen kecil itu, sebenarnya ada pertanyaan yang lebih jujur: hari ini aku mau jadi versi diriku yang mana?Di tengah dunia yang ramai membicarakan fashion, terutama sejak hype The Devil Wears Prada kembali naik, The Art of Intentional Dressing hadir dengan arah yang berbeda. Buku self-help ini bukan mengajak kamu buat mengikuti tren, melainkan mendorongmu untuk melihat lebih dalam tentang gaya fashion yang kamu banget. Lewat sudut pandang Erin Walsh, stylist di balik tampilan ikonik Anne Hathaway, fashion bukan lagi soal gaya, tapi juga jadi cara kamu untuk memahami diri sendiri. Dan dari situ, kamu mulai sadar bahwa ini bukan cuma tentang pakaian, tapi lebih dari itu.Saat Berpakaian Bukan Lagi Rutinitas, Tapi Keputusan PersonalSetiap pagi, kita menjalani rutinitas yang sama: membuka lemari, memilih pakaian, lalu menjalani hari. Semua terlihat sederhana dan hampir otomatis. Namun menurut Erin Walsh, di balik rutinitas itu sebenarnya ada keputusan kecil yang terus diulang, dan diam-diam membentuk cara kamu melihat diri sendiri.Karena setiap pilihan selalu membawa pesan. Bukan hanya untuk orang lain, tapi juga untuk dirimu sendiri. Warna yang kamu pakai, siluet yang kamu kenakan, bahkan detail kecil yang sering dianggap sepele, semuanya mempengaruhi bagaimana kamu berdiri, berbicara, dan membawa diri. Di sinilah The Art of Intentional Dressing ini terasa berbeda. Melalui metode CREATE (clarity, ritual, editing, alignment, truth & expansion), Walsh mengajak kamu memahami hubungan antara pakaian, mindset, dan identitas. Bukan sekadar “apa yang kamu pakai” tapi “kenapa kamu memilih itu”. Dan tanpa disadari, caramu berpakaian mulai membentuk cara kamu melihat diri sendiri. Baca juga: The Devil Wears Prada 2: Saat Miranda Priestly Harus Bertarung untuk Tetap Berkuasa Di Dunia Fashion!Lemari Pakaian Lebih dari Sekadar Ruang PenyimpananKalau selama ini fashion terasa seperti selera atau tren, The Art of Intentional Dressing justru membuka lapisan yang lebih dalam. Ditulis oleh Erin Walsh, stylist di balik penampilan selebriti Hollywood seperti Anne Hathaway Selena Gomez, dan Mindy Kaling, buku ini tidak membawa pendekatan red carpet yang jauh dari realita. Justru sebaliknya, ia menarik fashion kembali ke kehidupan sehari-hari. Menariknya, buku ini tidak mengajarkan kamu untuk “terlihat lebih stylish” dalam arti konvensional. Ia menggeser fokus ke sesuatu yang lebih subtil, tapi jauh lebih berdampak: bagaimana pakaian bisa menjadi cara kamu berkomunikasi dengan diri sendiri.Nah, lewat konsep intentional dressing, setiap outfit bukan lagi sekadar pilihan, tapi sebuah sinyal. Tentang siapa kamu, bagaimana kamu ingin hadir, dan versi seperti apa yang sedang kamu bangun.Dan di titik ini, lemari pakaian tidak lagi hanya menyimpan baju, tapi menyimpan versi-versi dirimu yang pernah ada… dan yang sedang kamu tuju. Bukan Soal Kuantitas, Tapi Tentang Memilih dengan Lebih SadarDi tengah budaya konsumsi yang sering mendorong kita untuk terus membeli, Erin Walsh justru menawarkan arah yang berbeda: bukan menambah, tetapi memahami.Lewat metode CREATE, kamu diajak untuk melihat gaya personal sebagai sesuatu yang hidup dan terus berkembang. Nggak hanya sekadar “mix and match”, tapi proses yang lebih jujur: tentang siapa kamu hari ini dan ke mana kamu ingin melangkah.Sering kali, masalahnya bukan soal tidak punya cukup pakaian, melainkan karena kita sudah berubah… sementara isi lemari kita masih tertinggal di versi diri yang lama. Insight inilah yang membuat buku ini terasa relevan. Ia tidak menghakimi, tidak memaksa, tapi perlahan mengajak kamu melihat kembali hubunganmu dengan apa yang kamu kenakan.Karena pada akhirnya, berpakaian dengan sadar bukan tentang terlihat lebih menarik di mata orang lain. Tapi tentang merasa lebih tepat… di dalam diri sendiri.Kalau kamu ingin memahami bagaimana pakaian bisa mengubah cara kamu memandang diri sendiri, buku ini layak kamu baca, Grameds.The Art of Intentional Dressing dijadwalkan rilis pada 5 Mei 2026 di Amerika Serikat. Kabar baiknya, Indonesia jadi salah satu negara yang mendapatkan early release dan sudah tersedia lebih awal untuk pembaca Indonesia melalui Gramedia Digital!Temukan Bukunya di Sini!Erin Walsh: Stylist di Balik Layar, Arsitek Identitas di Dunia Nyata ✨ View this post on Instagram A post shared by Quince (@onequince)Di balik pendekatan intentional dressing yang terasa begitu personal, ada sosok Erin Walsh, stylist selebriti yang dikenal karena kemampuannya memadukan elegansi dengan sentuhan autentik. Namanya mungkin sering muncul di balik tampilan memukau para selebriti, tapi kekuatan utamanya bukan hanya pada styling. Ia membantu orang menemukan cara untuk hadir sebagai diri mereka sendiri.Karirnya dimulai di industri fashion yang sangat kompetitif, saat ia menjadi fashion department assistant di Vogue pada tahun 2006. Dari sana, ia berkembang menjadi creative consultant dan stylish yang tidak hanya membentuk tampilan luar, tetapi juga membangun identitas yang ingin ditampilkan kliennya ke dunia.Kini, dari New York City, Erin Walsh membawa filosofi yang sama ke dalam bukunya. Bahwa gaya bukan sekadar tentang pakaian yang kamu kenakan. Tapi soal bagaimana kamu memilih untuk hadir…setiap hari.Baca juga: Surat Cinta Untuk Menjadi Utuh Kembali di Buku Becoming a UniverseKalau Gaya Bisa Bicara, Buku-Buku Ini Bakal Bantu Kamu Mendengarnya Lebih Jelas!Kalau The Art of Intentional Dressing mengajarkan bahwa pakaian adalah cara kamu hadir di dunia, maka buku-buku ini memperluas perspektif itu; dari sekadar gaya menjadi pemahaman lebih utuh tentang fashion, identitas, dan ekspresi diri.Berikut beberapa rekomendasi-nya ya, Grameds!An Innocent Fashion – R.J. HernandezTemukan Bukunya di Sini!Mengikuti perjalanan Elian San Jamar, seorang lulusan Yale yang masuk ke dunia majalah fashion elite di New York, novel ini membongkar sisi glamor sekaligus kerasnya dari industri fashion dan bagaimana itu mempengaruhi identitas seseorang.Kenapa relate? Kalau buku Erin Walsh bicara tentang pakaian sebagai ekspresi diri, novel ini menunjukkan bagaimana dunia fashion justru bisa mengaburkan siapa diri kita sebenarnya. Cocok untuk kamu yang suka cerita fashion dengan lapisan psikologis dan konflik identitas yang dalam.A to Z Istilah Fashion — Goet PuspoTemukan Bukunya di Sini!Buku ini membedah berbagai istilah fashion dari A sampai Z. Mulai dari teknik, material, hingga konsep yang sering muncul di dunia mode.Kenapa relate? Setelah memahami “makna” berpakaian, buku ini membantu kamu memahami “bahasa”-nya, jadi kamu juga ikut mengerti istilah fashion-nya. Cocok untuk kamu yang ingin lebih literate soal fashion baik untuk personal style maupun profesional.Fashion Figure Drawing – Dyahtri N.W. AstutiTemukan Bukunya di Sini!Lewat panduan menggambar fashion, buku ini mengajak kamu memahami proporsi, gesture, dan cara visualisasi desain secara lebih artistik.Kenapa relate? Intentional dressing bukan hanya soal memakai, tetapi juga tentang memahami bagaimana sebuah outfit “dibangun”. Cocok untuk kamu yang tertarik masuk ke dunia fashion design atau ingin melihat fashion dari sisi kreatif.Empress of Fashion – Amanda Mackenzie StuartTemukan Bukunya di Sini!Buku ini mengangkat kisah Diana Vreeland, editor legendaris yang mengubah cara dunia melihat fashion.Kenapa relate? Kalau Erin Walsh berbicara tentang personal identity, Diana Vreeland adalah contoh bagaimana fashion bisa membentuk identitas dalam skala budaya. Cocok untuk kamu yang suka sejarah fashion, editorial world, dan tokoh-tokoh ikonik.The Art of Fashion Gaun Pengantin Muslimah – Sanny PoespoTemukan Bukunya di Sini!Buku ini mengupas desain gaun pengantin Muslimah dengan pendekatan estetika dan budaya yang kuat.Kenapa relate? Ini adalah bentuk paling konkret dari intentional dressing. Ketika pakaian menjadi simbol nilai, identitas, dan momen hidup yang penting. Cocok untuk kamu yang tertarik pada fashion berbasis budaya, desain, atau bahkan dunia bridal.Nah, gimana Grameds? Kalau kamu sudah siap berhenti mengikuti tren dan bakal mulai membangun gaya yang kamu banget, ini waktunya kamu mulai dari The Art of Intentional Dressing 😉✨Jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵Temukan Semua Promo Spesial di Sini!