Bidik Pertumbuhan Kredit, BTN Ekspansi Pembiayaan ke Sektor Pariwisata

Wait 5 sec.

Direktur Utama IDM Febrina Intan (kiri) dan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (kanan). Foto: BTN PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempercepat ekspansi kredit ke sektor infrastruktur pariwisata sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis destinasi. Langkah ini sejalan dengan tren penyaluran kredit perseroan yang tetap tumbuh pada kuartal I 2026, didorong oleh pembiayaan sektor produktif termasuk properti dan pariwisata.Ekspansi tersebut diperkuat melalui kolaborasi BTN dengan InJourney Destination Management (IDM), yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta. BTN juga akan memperluas pembiayaan di sektor pariwisata, mulai dari pembangunan hotel, fasilitas pendukung wisata, hingga penguatan ekosistem UMKM di destinasi unggulan.Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, sektor pariwisata memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian nasional, sehingga menjadi salah satu fokus pembiayaan perseroan ke depan. “Pariwisata dan budaya adalah katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, BTN terus memperkuat peran melalui pembiayaan dan digitalisasi layanan di destinasi wisata,” ujar Nixon dalam keterangannya, Minggu (3/5).Sejalan dengan strategi tersebut, kinerja kredit BTN pada kuartal I 2026 tercatat tetap tumbuh solid. Perseroan membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 400,63 triliun, meningkat 10,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 363,11 triliun.Dari total tersebut, segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih menjadi kontributor utama dengan nilai penyaluran mencapai Rp 193,55 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 7,7 persen yoy dari Rp 179,70 triliun. Sementara itu, KPR Non-Subsidi tercatat sebesar Rp 112,56 triliun atau meningkat 5,4 persen yoy dibandingkan Rp 106,81 triliun pada periode yang sama tahun lalu.Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon L.P Napitupulu. Foto: Dok. BTNNixon menambahkan, pertumbuhan kredit tersebut menjadi modal bagi BTN untuk memperluas pembiayaan ke sektor-sektor dengan efek ekonomi luas, termasuk infrastruktur pariwisata. Perseroan mulai mengarahkan strategi kredit ke sektor yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang dan mampu mendorong aktivitas ekonomi daerah.Dalam kerja sama ini, BTN tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga memperluas layanan keuangan berbasis digital di kawasan wisata. Dengan dukungan lebih dari 7 juta nasabah dan sekitar 4 juta pengguna Bale by BTN, perseroan mendorong integrasi sistem transaksi di destinasi seperti Candi Borobudur, Prambanan, hingga Taman Mini Indonesia Indah (TMII).Digitalisasi tersebut mencakup sistem pembayaran tiket, layanan makanan dan minuman (F&B), hingga aktivitas wisata lain dalam satu ekosistem terintegrasi. BTN menilai, tingginya kunjungan wisatawan di destinasi tersebut membuka peluang besar untuk meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperluas basis nasabah, terutama dari segmen generasi muda.Selain itu, BTN juga menargetkan penguatan pembiayaan bagi pelaku UMKM yang menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata. Dukungan ini mencakup akses kredit, literasi keuangan, hingga integrasi dengan ekosistem digital di kawasan wisata.Sementara itu, Direktur Utama IDM Febrina Intan menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam mengintegrasikan sektor jasa keuangan dengan pengelolaan destinasi wisata nasional. Menurutnya, sinergi ini penting untuk memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia.“Kolaborasi ini merupakan orkestrasi antar-BUMN untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih terintegrasi dan bermakna, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,” ujar Febrina.Kerja sama BTN dan IDM juga mencakup pengembangan berbagai program berbasis intellectual property (IP) seperti Festival Lampion, Move at the Temple, hingga penguatan atraksi budaya seperti Ramayana Ballet Prambanan. Program serupa juga akan diperluas di TMII melalui berbagai event publik dan pengembangan kapasitas UMKM di kawasan destinasi.Ke depan, BTN menilai ekspansi kredit ke sektor pariwisata akan menjadi salah satu pilar pertumbuhan baru, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan pemulihan sektor wisata. Dengan kombinasi pembiayaan dan digitalisasi, perseroan optimistis dapat mendorong terbentuknya ekosistem pariwisata yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.