Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus hadir di pasar untuk mengintervensi dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah. Hal ini terjadi setelah rupiah yang semakin melemah di pasar mancanegara dan menyentuh lebih dari Rp17.000/US$. Pada Rabu pagi ini, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) stagnan pada level penutupan kemarin Rp16.905/US$. Tak berselang lama rupiah kembali melemah 0,11% ke Rp16.9...selengkapnya