Crane proyek toll semarang Demak roboh, Kamis (5/3/2026). Foto: Instagram/ @keselamatan_kerja_indonesiaSebuah alat berat di proyek Tol Semarang-Demak roboh diterjang angin kencang. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Jalan Tol (PPK PJT) Semarang-Demak 1, Sasri Rosyadi peristiwa itu terjadi di proyek Toll Road Development segmen Kaligawe, wilayah Semarang, pada Rabu (4/3) sekitar pukul 17.09 WIB."Kejadiannya saat hujan deras disertai angin kencang melanda lokasi. Berdasarkan data dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas, kecepatan angin saat kejadian tercatat mencapai 38 knot atau sekitar 70,37 km/jam," ujar Sasri kepada kumparan, Kamis (5/3).Ia menjelaskan, alat berat jenis launcher gantry saat itu dalam posisi tidak beroperasi atau off dan berada di atas pilar dengan ketinggian sekitar 10 meter. Sehingga ketika dihantam angin kencang alat berat itu tidak bisa menahan.Adapun launcher gantry berfungsi untuk pengangkatan balok jembatan tipe box girder. Biasanya digunakan dalam proyek pembangunan jembatan maupun jalan layang.Ilusutrasi Launcher Gatry. Foto: The Gallery/Shutterstock"Launcher gantry kehilangan stabilitas lateral bergeser dari sisi kiri ke arah kanan Pier Eleveted Bridge lalu bergeser dan menghantam stopper yang ada di LCB, sehingga jatuh ke arah kanan," jelas dia.Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Meski dalam video yang beredar robohnya alat itu terlihat dramatis."Allhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka dan tidak ada dampak lingkungan," tegas dia.Mesi begitu, alat launcher gatry itu mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu crane berkapasitas 50 ton mengalami kerusakan ringan karena tertimpa launcher dan satu unit genset dilaporkan rusak berat."Pasca kejadian kami menghentikan seluruh aktivitas erection di seluruh paket pekerjaan hingga audit keselamatan internal selesai, memastikan lokasi aman dan mengevakuasi launcher yang roboh," kata Sasri.