Kegiatan berlangsung khidmat. Para peserta memanjatkan doa bagi para korban serta menyampaikan dukungan moral kepada rakyat Iran yang terdampak serangan militer dalam beberapa hari terakhir. Sebagian besar warga yang hadir mengenakan pakaian serba hitam dan menggenggam bunga mawar sebagai simbol duka.Di halaman kediaman duta besar, sejumlah warga terlihat bergantian berfoto di depan foto Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, yang terpajang. Di sudut lain, peserta menuliskan pesan duka cita dan membubuhkan tanda tangan pada petisi yang menyerukan penghentian agresi serta penegakan hukum internasional.Acara dimulai pukul 15.15 WIB dengan sambutan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Dalam sambutannya, ia mengenang perjuangan Ali Khamenei dan kembali menegaskan kecaman keras Iran atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang menurutnya telah menewaskan ratusan warga sipil, termasuk anak-anak.Setelah sambutan, masyarakat bersama-sama melantunkan Surah Yasin dan berdzikir. Rangkaian doa ditutup dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, Ayat Kursi, serta Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Suasana haru menyelimuti acara saat doa dipanjatkan untuk Ayatullah Ali Khamenei, diiringi isak tangis para peserta sebagai ungkapan duka cita mendalam dan simpati atas perjuangan pemimpin tertinggi Iran melawan apa yang mereka sebut sebagai rezim Zionis Israel.Sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis kemanusiaan yang hadir menilai aksi ini mencerminkan kepedulian publik Indonesia terhadap isu kemanusiaan global. Menurut mereka, solidaritas masyarakat sipil penting untuk mendorong perdamaian dan mencegah meluasnya konflik yang berpotensi menimbulkan lebih banyak korban sipil.Kedutaan Besar Iran di Jakarta sebelumnya telah mengundang masyarakat untuk hadir dalam acara doa bersama dan penandatanganan petisi ini. Kegiatan itu dimaksudkan sebagai wujud dukungan moral terhadap rakyat Iran sekaligus seruan penyelesaian konflik melalui jalur damai.Dalam beberapa hari terakhir, berbagai kelompok masyarakat di Indonesia juga menyatakan keprihatinan atas eskalasi konflik di Timur Tengah. Pemerintah Indonesia terus mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi serta memantau kondisi warga negara Indonesia yang berada di kawasan terdampak. []