Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar buka puasa bersama dengan sejumlah ulama di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat PresidenKetua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, mengungkap isi pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan 158 pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3) malam.Menurut Nusron, dalam pertemuan tersebut Presiden memaparkan dua isu utama kepada para ulama dan pimpinan ormas Islam, yakni perkembangan geopolitik dan geoekonomi global serta kondisi sosial dan ekonomi di dalam negeri."Dari diskusi tadi, intinya Bapak Presiden menjelaskan dua hal. Pertama masalah geopolitik dan geoekonomi secara global. Terutama yang menyangkut tentang krisis di Timur Tengah. Baik di Gaza maupun Palestina. Maupun kondisi kekinian yang ada menyangkut bagaimana pasca serangan daripada Israel dan Amerika terhadap Iran, dan kemungkinan dampak-dampaknya terhadap Indonesia," kata Nusron.Ia mengatakan Presiden juga menjelaskan kondisi sosial dan ekonomi Indonesia serta langkah-langkah pemerintah dalam mengantisipasi dampak konflik global terhadap perekonomian nasional."Kemudian, yang kedua menjelaskan kondisi kekinian tentang ekonomi dan sosial keadaan yang ada di Indonesia," ujarnya.Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Foto: Dok. Bakom RIOrmas Islam Sepakat Perkuat KomunikasiMenurut Nusron, dalam pertemuan tersebut para ulama dan pimpinan ormas Islam sepakat untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah dalam menghadapi dinamika global."Dari pertemuan tadi, para ulama, para pimpinan ormas Islam bersepakat untuk menjalin komunikasi yang intensif, serta memahami sikap-sikap yang diambil oleh pemerintah Indonesia, oleh Bapak Presiden. Dan kemudian mengambil satu kesimpulan, berharap kepada pimpinan ormas, tokoh-tokoh Islam ini bersama dengan Bapak Presiden dalam satu barisan," ujarnya.Ia menambahkan, para pimpinan ormas juga berkomitmen untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah dan meredakan ketegangan yang berpotensi meluas menjadi konflik yang lebih besar."Untuk bersama-sama memperjuangkan perdamaian di Timur Tengah. Terutama juga meredakan ketegangan. Jangan sampai perang terjadi antara Iran dengan Amerika, serta akan berdampak terhadap gejolak di Timur Tengah," kata Nusron.Presiden Prabowo saat menghadiri KTT perdana Board of Peace di Washington DC, Kamis (19/2). Foto: CHIP SOMODEVILLA / AFPPrabowo Jelaskan Alasan RI Bergabung dalam BoPNusron juga mengatakan Presiden memaparkan alasan Indonesia bergabung dalam forum BoP serta langkah-langkah diplomasi yang diambil pemerintah.Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak konflik global terhadap Indonesia, termasuk potensi krisis pangan dan energi."Ya tadi udah saya sampaikan, bagaimana kondisi global, kenapa Indonesia masuk BOP, bagaimana antisipasi dampak terhadap perang Iran. Jangan sampai perang Iran berdampak terhadap krisis yang ada di sini, baik itu krisis pangan maupun krisis energi," tandasnya.