Menteri Luar Negeri Sugiono menjawab pertanyaan wartawan di ruang Wartawan, Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOMenteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan penyesalannya atas gagalnya perundingan Jenewa, antara Amerika Serikat (AS)-Iran, sebelum serangan gabungan Israel-AS terjadi. Penyesalan ini diiringi dengan sikap luar negeri Indonesia, yang terus mendorong de-eskalasi konflik dan penyelesaian konflik melalui dialog."Kita menginginkan ada de-eskalasi. Kemudian situasi mereda, ya kan. Dan juga kita sudah sampaikan bahwa, kita menyesali gagalnya perundingan yang kemudian menyebabkan situasi yang terjadi," kata Sugiono di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).Sugiono menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip dasar dalam hubungan internasional, terutama terkait kedaulatan dan integritas wilayah suatu negara."Tetapi tetap saja, kita menekankan kembali pentingnya semua negara itu menghormati prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara lain," tegasnya.Ia juga menyerukan agar seluruh pihak yang terlibat dapat menahan diri guna mencegah situasi semakin memburuk."Kemudian, semua pihak kita berharap bisa menahan diri," katanya.Dalam kesempatan tersebut, Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah menyatakan kesediaannya untuk berperan sebagai mediator apabila kedua belah pihak yang berkonflik sepakat."Dan Presiden sendiri sudah menyampaikan, apa namanya, keinginan beliau, menawarkan kesediaan beliau untuk menjadi mediator jika kedua belah pihak menyepakati dan menyetujui ya," pungkasnya.