Diundang Prabowo ke Istana, FPI Sampaikan Sikap soal BoP

Wait 5 sec.

Sekretaris Majelis Syuro DPP FPI Habib Hanif Alatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3). Dok: ZamachsyariSekretaris Majelis Syuro DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Hanif Alatas mengungkap isi pertemuan antara sejumlah tokoh ulama dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3).Habib Hanif mengatakan, dirinya hadir mewakili pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab, yang sebelumnya mendapat undangan dari Presiden namun berhalangan hadir."Saya pertama datang mewakili Habib Rizieq. Saya selaku Sekretaris Majelis Syura DPP FPI. Beliau (menunjuk Habib Muhammad) Sekretaris Umum DPP Front Persaudaraan Islam. Habib Rizieq diundang oleh Presiden, beliau berhalangan hadir, ada udzur. Saya diutus untuk hadir mewakili beliau," kata Habib Hanif kepada wartawan.Seskab Teddy Indra Wijaya buka puasa bersama dengan sejumlah ulama di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat PresidenIa menjelaskan agenda pertemuan di Istana merupakan forum silaturahmi sekaligus diskusi terkait berbagai isu, termasuk perkembangan geopolitik global dan posisi Indonesia dalam forum BoP."Undangannya untuk diskusi dan silaturahmi. Tadi Presiden bicara sangat panjang, banyak menyampaikan banyak hal, intinya dia pengen keberadaannya di BoP itu untuk bisa berbuat untuk Palestina lebih banyak," ujarnya.Presiden Prabowo saat menghadiri KTT perdana Board of Peace di Washington DC, Kamis (19/2). Foto: CHIP SOMODEVILLA / AFPFPI Titipkan Surat ke PresidenHabib Hanif mengatakan pihaknya belum mendapat kesempatan menyampaikan pandangan secara langsung dalam forum tersebut.Namun, FPI menitipkan surat resmi kepada Presiden yang berisi sikap organisasi terkait keikutsertaan Indonesia dalam BoP."Tapi memang tadi kami belum dapat kesempatan bicara tapi kami menitipkan surat. Surat kami sampaikan, tadi juga kami sampaikan ke Presiden, bahwasanya kami tetap meminta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BoP. Kenapa? Kita percaya iktikad baik Presiden Republik Indonesia tapi kita nggak percaya Amerika. Kita nggak percaya sama Israel. Nabi-nabi aja, para Rasul saja dikhianati oleh Israel, apalagi cuma kita manusia biasa," kata Habib Hanif.Ia menegaskan sikap tersebut bukan karena ketidakpercayaan terhadap Presiden, melainkan karena ketidakpercayaan terhadap Amerika Serikat dan Israel berdasarkan rekam jejak hubungan politik internasional selama ini."Jadi terlepas apa pun dari beliau sampaikan, kami sudah sampaikan surat titipkan melalui salah satu menteri beliau, dan kita sudah sampaikan ke Presiden tetap kita minta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BOP. Bukan karena tidak percaya sama Presiden, bukan, tapi kami tidak percaya Amerikanya, tidak percaya dengan Israelnya. Nah begitu juga dalam surat itu ada hal-hal lain yang sudah disampaikan oleh DPP FPI secara terbuka," tandas dia.