Ilustrasi perempuan alami gangguan pendengaran. Foto: ShotPrime Studio/ShutterstockDalam memperingati Hari Pendengaran Sedunia yang jatuh setiap tanggal 3 Maret, Kementerian Kesehatan menawarkan layanan pemeriksaan pendengaran dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).Data tahun 2026 sejauh ini, hasil menunjukkan sekitar 1,24% masyarakat mengalami gangguan telinga. Bahkan pada 2025, sebanyak 1,8% anak usia 7 tahun sudah terdeteksi mengalami gangguan pendengaran. Artinya, masalah kesehatan ini mengintai seluruh usia, Moms.Penyebab dan Kebiasaan yang Perlu DiwaspadaiIlustrasi perempuan alami gangguan pendengaran. Foto: PBXStudio/ShutterstockAntara melansir, Direktur Pencegahan dan Penanganan Penyakit Tidak Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, gangguan telinga bisa dipicu oleh berbagai faktor. Mulai dari penumpukan kotoran telinga, gaya hidup hingga penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Namun, pada anak dan remaja, faktor gaya hidup menjadi perhatian utama.Ya Moms, penggunaan earphone atau headset terlalu lama dengan volume tinggi, terutama di tempat bising seperti stasiun, tanpa jeda, bahkan sampai tertidur, dapat memicu penurunan fungsi pendengaran secara perlahan.Sehingga, orang tua perlu menerapkan rumus 60-60 saat menggunakan earphone ataupun headset.“Membatasi volume dan durasi penggunaan earphone ataupun juga headset. Rumusnya itu 60-60, artinya kalau volumenya 100 maka kita maksimum bisa 60 persen saja. Kadang-kadang kita kencang-kencang banget ya, 80-90 persen gitu ya. Nah, sementara setelah 60 menit menggunakan earphone kita harus mengistirahatkan telinga kita,” ujar Siti Nadia Tarmizi.Sementara itu, perwakilan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia, dr. Fikri Mirza Putranto, Sp.THT (K), menegaskan jika masalah pendengaran terdeteksi lebih awal, maka juga akan mempermudah pengembalian fungsi, Moms.“Gangguan pendengaran yang ditemukan lebih awal masih bisa dikembalikan fungsinya. Namun stigma sering membuat orang menunda pemeriksaan," kata dr. FikriJadi, jangan tunggu sampai menjadi disabilitas permanen. Karena menjaga kesehatan telinga hari ini adalah investasi kualitas hidup anak di masa depan, Moms.