Belanja Kue-kue Kering buat Lebaran di Kampung Nastar Ciledug

Wait 5 sec.

UMKM kue-kue kering di Kampung Nastar, Ciledug, Larangan, Tangerang Foto: Azalia Amadea/KumparanKampung Nastar merupakan salah satu pusat UMKM kue-kue kering di Ciledug, Larangan, Tangerang yang selalu banjir orderan terutama saat menjelang Lebaran. Di kawasan ini terdapat tujuh sampai delapan rumah yang membuka usaha kue-kue kering seperti nastar, kastengel, putri salju, lidah kucing dan masih banyak lagi.Beberapa pengusaha kue-kue kering ini bahkan sudah berjualan secara turun temurun. Salah satunya toko Botisha, merupakan usaha keluarga yang sudah ada sejak tahun 1987. Tasya, generasi kedua yang meneruskan usaha ibunya berjualan kue-kue kering tersebut."Ini bukan punya saya, tapi ibu saya. Awalnya dari kecil saya bantu-bantu ibu jadi sekarang yang nerusin. Sudah dari tahun 1987," kisahnya saat berbincang bersama kumparanFOOD, Rabu (25/2).UMKM kue-kue kering di Kampung Nastar, Ciledug, Larangan, Tangerang Foto: Azalia Amadea/KumparanTasya juga mengungkapkan bahwa menjelang Lebaran, dia beserta karyawan lainnya kerap membuat kue sampai lembur karena pesanan yang membeludak. "Wah, membeludak, sampai lembur-lembur jam 1 pagi kadang. Dari bulan Januari sampai Februari sudah produksi 12 ribu stoples, itu baru nastar aja, ya," ungkapnya.Ya, meski nama kawasan ini Kampung Nastar, tapi bukan berarti hanya memproduksi kue nastar, melainkan juga kue-kuean kering lainnya. Termasuk di toko Tasya selain nastar, dia juga memproduksi kastengel, putri salju, sagu keju, lidah kucing, kacang cokelat Nutela, sampai kacang mete goreng.UMKM kue-kue kering di Kampung Nastar, Ciledug, Larangan, Tangerang Foto: Azalia Amadea/KumparanSoal harga, untuk di toko Bostisha rata-rata kue klasik dijual dengan harga Rp 68 ribu dengan ukuran stoples normal. Tasya juga mengatakan bahwa setiap harinya mereka ready stock atau bisa menghubungi dahulu bila memesan dalam jumlah banyak.Mampu Mengolah 4.000 Nanas Menjadi Selai Isian NastarUMKM kue-kue kering di Kampung Nastar, Ciledug, Larangan, Tangerang Foto: Azalia Amadea/KumparanLain cerita dengan toko Mysha yang menurut salah satu karyawannya mampu mengolah 4.000 nanas dalam waktu dua minggu. "Awalnya seminggu pertama kita bikin selai dari 3.500 nanas, eh tiba-tiba pesanan nambah lagi jadi 500 nanas," ujarnya.Sementara menurut pemilik Mysha, yang tak bisa disebutkan namanya, dia dan karyawannya mampu memproduksi 100 stoples nastar per hari."Sehari bisa 100 stoples. Pesanannya datang dari bermacam-macam mulai dari per orangan sampai hotel-hotel, tapi saya enggak bisa bocorin hotel mana saja, nanti enggak enak," ujar sang pemilik.Di toko Mysha sendiri ragam kue-kue keringnya lebih banyak. Bahkan kami bisa menemukan nastar dengan aneka rasa seperti keju, green tea, red velvet, wijen, dan masih banyak lagi. Begitu juga dengan kue-kuean lain layaknya kastengel, putri salju, lidah kucing, sagu keju, sampai kue cokelat.Nah, agak berbeda sedikit dengan Botisha, kue-kue kering di Mysha dengan ukuran stoples normal dibanderol Rp 60 ribu. Di sini kamu juga bisa membeli kue kering stoples mini yang dihargai Rp 40 ribu.Selain kedua toko ini, sebenarnya masih banyak toko kue kering lainnya yang rata-rata menjual aneka jenis kue. Usaha di kawasan ini dihidupkan oleh para ibu-ibu setempat yang rata-rata tinggal di dua RT berbeda. Para ibu-ibu sekitar sukses bekerja gotong-royong melestarikan UMKM kue kering di Kampung Nastar hingga sekarang.Kampung NastarAlamat: Jl. H. Unus RT 05/RW 01, Ciledug, Larangan Utara, Tangerang, Banten 15154.