Sutradara asal Iran, Jafar Panahi. Foto: John Macdougall/AFPSosok Jafar Panahi kini tengah menuai sorotan jelang perhelatan Oscar 2026. Sutradara legendaris asal Iran ini berada di puncak prestasi lewat film terbarunya, It Was Just An Accident.Usai menyabet penghargaan tertinggi Palme d’Or di Festival Film Cannes 2025, film tersebut masuk dalam dua nominasi bergengsi di ajang Academy Awards tahun ini, kategori Film Internasional Terbaik dan Skenario Asli Terbaik.Namun, kenyataan pahit telah menanti. Begitu perhelatan Oscar berakhir dan ia kembali ke Iran, Panahi dijadwalkan masuk penjara untuk menjalani masa hukuman satu tahun penjara.Kasus hukum yang menjeratnya adalah buntut ketegangan kreativitasnya sebagai seniman dengan aturan ketat pemerintah Iran.Meski bayang penjara sudah ada di depan mata, Panahi mengaku tegar. Dalam wawancara terbaru dengan majalah PAPER, Panahi mengaku sudah menerima risiko dari pilihannya untuk tetap jujur berkarya."Ketika berkarya di negara seperti Iran, kita tahu bahwa tidak tunduk pada aturan itu ada harganya. Secara tidak langsung, kesadaran itu menyelesaikan masalah di pikiran saya," ujar Panahi.Sutradara asal Iran, Jafar Panahi. Foto: Josep Lago/AFPPanahi merasa tidak perlu melarikan diri dari negaranya hanya karena ancaman penjara. Panahi menegaskan, ikatan batinnya dengan Iran jauh lebih kuat daripada rasa takutnya terhadap hukuman."Saya berkata pada diri sendiri, 'Ini adalah negaraku. Ibuku ada di sana, saudaraku di sana, rekan dan sesama orang Iran ada di sana. Kenapa saya tidak boleh berada di sana? Kenapa mereka boleh di sana sedangkan saya tidak?'" tutur Panahi.Bagi Panahi, penjara bisa mengurung tubuhnya, tetapi tidak dengan imajinasi dan semangatnya untuk bercerita.Poster Film It Was Just An Accident. Foto: IMDbAlih-alih merasa tertekan, ia justru melihat masa penjaranya sebagai kesempatan melahirkan karya baru yang lebih kuat."Jika mereka ingin memasukkan saya ke ke penjara, saya akan masuk. Saya akan masuk ke penjara, dan saya akan keluar membawa naskah film baru," tegas Panahi.Naskah film It Was Just An Accident lahir dari pengalaman yang sangat personal. Panahi menulis skenario ini bersama Mehdi Mahmoudian, seorang aktivis yang ia temui saat mereka berdua sama-sama mendekam di penjara sebelumnya.Film ini menjadi kritik tajam terhadap sistem totaliter di Iran, pengalaman yang masih mereka rasakan hingga saat ini.