Nemesio Oseguera Cervantes (El Mencho). Foto: Dok. IstimewaSetelah Kematian El Mencho, CJNG di Persimpangan: Pecah atau Makin Kuat?Pada Minggu (22/2/2026), pasukan khusus Angkatan Darat Meksiko menembak jatuh seorang pria di perbukitan Tapalpa, Jalisco. Ia adalah Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai El Mencho. Ia merupakan pendiri Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling berbahaya di dunia.Pemerintah Presiden Claudia Sheinbaum menyebutnya kemenangan bersejarah. Namun dalam hitungan jam, lebih dari dua puluh negara bagian Meksiko membara: blokade jalan, pembakaran kendaraan, dan serangan serentak terhadap aparat militer di berbagai penjuru negeri.Raja telah mati. Namun takhtanya tetap berdiri. Dan justru di sinilah pertanyaan yang lebih besar dimulai: Jika kematian seorang pria mampu membakar separuh negeri, apa artinya bagi negara yang seharusnya memonopoli kekerasan itu?Negara Paralel yang Sudah Lama BerdiriDalam ilmu politik, terdapat konsep criminal governance: kondisi di mana organisasi kriminal tidak sekadar melanggar hukum, tetapi juga menggantikan fungsi negara, menyediakan keamanan, pekerjaan, hingga keadilan versi mereka sendiri—bagi populasi yang diabaikan pemerintah resmi. Inilah yang sudah lama terjadi di Meksiko. Dan El Mencho adalah arsitek paling berhasil dari tatanan paralel itu.Bos Jalisco New Generation Cartel, Nemesio "El Mencho" Oseguera. Foto: Dok. Departemen Luar Negeri Amerika SerikatSelama lebih dari satu dekade, CJNG berkembang dari pecahan Milenio Cartel pada 2009 menjadi organisasi kriminal dengan pendapatan tahunan yang—menurut estimasi analis intelijen AS dan Meksiko—melampaui 12 miliar dolar AS hanya dari kokain serta metamfetamin.Jika ditambahkan fentanil, ekstorsi, pencurian bahan bakar, penyelundupan manusia, dan penipuan timeshare, total aset CJNG pernah diperkirakan mencapai 50 miliar dolar AS. Sebagai pembanding, APBD negara bagian Jalisco, basis CJNG, pada 2025 hanya sekitar 6 miliar dolar AS. Kartel ini tidak sekadar kaya: ia lebih kaya dari negara yang mengejarnya.Ini bukan lagi kriminalitas biasa. Ini adalah parallel state: negara bayangan yang beroperasi dengan anggaran sendiri, angkatan bersenjata sendiri, sistem peradilan sendiri, dan—melalui narco-corridos serta kampanye media sosial—propaganda sendiri.Ketika CJNG mampu memobilisasi kekerasan serentak di dua puluh negara bagian dalam hitungan jam setelah kematian El Mencho, pertanyaannya bukan lagi "Seberapa kuat kartel ini? melainkan "Seberapa lemah negaranya?"Pablo Escobar: Sejarah yang Meksiko AbaikanPablo Escobar bersama istri. Foto: Reuters/StringerMeksiko bukan negara pertama yang mencoba memenangkan perang narkoba dengan membunuh rajanya. Pada 2 Desember 1993, pasukan khusus Kolombia menembak Pablo Escobar di atap sebuah rumah di Medellín. Dunia bersorak. Kartel Medellín runtuh. Namun, hasilnya bukan perdamaian, melainkan fragmentasi.Kartel Cali mengambil alih, terpecah lagi, lalu muncul kelompok-kelompok baru yang lebih kecil tapi lebih adaptif: FARC, AUC, hingga kelompok yang kini dikenal sebagai Bacrim (bandas criminales).Kolombia membutuhkan lebih dari dua dekade dan pendekatan yang jauh lebih komprehensif—termasuk program reintegrasi sosial, negosiasi politik, dan reformasi institusional—untuk mulai menstabilkan keadaan.Pola itu kini berulang di Meksiko, hampir kata per kata. Para analis dari InSight Crime mencatat bahwa strategi decapitation—mengeliminasi pemimpin kartel—terbukti kontraproduktif pada era Presiden Felipe Calderón (2006–2012): lebih dari 100.000 orang tewas, sementara organisasi kriminal justru semakin terdesentralisasi dan sulit dilacak.Iklan berhadiah 10 juta dolar AS bagi yang memiliki informasi untuk membantu menangkap "El Mencho." Foto: www.dea.govEl Mencho sendiri naik ke puncak justru dari kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan oleh tokoh-tokoh yang dieliminasi atau ditangkap sebelumnya. Kini ia pun telah pergi dan lingkaran itu siap berputar kembali.Geopolitik Darah: Ketika Meksiko Bukan Hanya Urusan MeksikoKematian El Mencho bukan sekadar krisis domestik, melainkan juga peristiwa geopolitik. CJNG merupakan tulang punggung rantai pasok fentanil ke Amerika Serikat, obat yang bertanggung jawab atas lebih dari 70.000 kematian akibat overdosis per tahun di negara itu.El Mencho dan CJNG membangun dominasi fentanil dengan mengandalkan prekursor kimia dari Tiongkok, laboratorium produksi di Meksiko, dan jaringan distribusi ke seluruh Amerika Serikat. Satu kartel menjadi komponen struktural dari krisis kesehatan masyarakat terbesar AS sejak epidemi AIDS.Di sisi lain, mantan Kepala Intelijen Militer Ekuador, Mario Pazmiño, memperingatkan bahwa kekosongan kepemimpinan CJNG akan memicu perebutan jalur distribusi di Ekuador dan Kolombia, dua simpul utama jaringan kokain kartel.Kartel Sinaloa. Foto: AFP/LUIS ACOSTADi Amerika Selatan, kematian El Mencho bukan kabar duka: ia adalah sinyal bagi Kartel Sinaloa dan kelompok sekutunya untuk segera bergerak mengisi kekosongan. Konflik yang selama ini diredam oleh dominasi CJNG berpotensi meledak kembali.Di Washington, Presiden Donald Trump—yang telah mendesak Meksiko—menunjukkan hasil nyata dan sempat mengancam tarif perdagangan jika kartel tidak ditindak, merayakan operasi Tapalpa sebagai kemenangan bilateral.Tekanan ini relevan secara analitis: ia menciptakan insentif bagi Meksiko untuk mengejar kemenangan simbolis jangka pendek, bukan membangun strategi keamanan jangka panjang. Membunuh satu raja terasa lebih dramatis dan lebih menguntungkan secara politik, daripada membenahi sistem yang terus melahirkan raja-raja baru.Kegagalan Struktural Model War on DrugsDi balik semua ini, tersimpan pertanyaan yang lebih radikal, yang jarang berani diajukan secara terbuka: Apakah model War on Drugs yang diarsiteki Amerika Serikat sejak era Nixon pada 1971 merupakan kegagalan struktural yang kita semua bayar dengan darah rakyat Meksiko?Richard Nixon. Foto: AFP/MICHAEL EVSTAFIEVLebih dari lima puluh tahun dan ratusan miliar dolar dihabiskan untuk menekan pasokan. Hasilnya? Narkoba lebih murah, lebih mudah didapat, dan lebih mematikan dari sebelumnya.Meksiko menanggung beban terbesar dari perang yang bukan ia ciptakan. Permintaan datang dari utara. Senjata datang dari utara, ATF mencatat bahwa 74 persen senjata yang digunakan dalam tindak kriminal di Meksiko dan berhasil dilacak berasal dari Amerika Serikat. Uang mengalir kembali ke utara. Namun, tubuh-tubuh bergelimpangan di selatan.Selama asimetri ini tidak diakui secara jujur dalam negosiasi bilateral, setiap operasi militer seperti Tapalpa hanyalah sebuah ritual, bukan penyelesaian.Monopoli yang HilangMax Weber mendefinisikan negara sebagai entitas yang memiliki monopoli atas penggunaan kekerasan yang sah di dalam batas wilayahnya. Itulah fondasi dari seluruh bangunan kenegaraan modern.Ilustrasi organisasi kriminal. Foto: Getty ImagesNamun, apa yang terjadi ketika sebuah organisasi kriminal mampu memobilisasi lebih banyak prajurit bersenjata, mengelola lebih banyak wilayah, dan menghasilkan lebih banyak pendapatan daripada pemerintah daerah yang sah? Jawabannya sudah terlihat di jalanan Jalisco.El Mencho lahir miskin di Aguililla, Michoacán. Ia tidak memiliki mahkota dan tidak pernah memenangkan pemilihan umum. Yang ia miliki adalah sesuatu yang jauh lebih berharga di dalam sistem yang rusak: kemampuan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh negara.Kematiannya di Tapalpa adalah akhir yang dramatik. Namun selama kekosongan itu tidak diisi dengan cara yang benar, dengan institusi yang kuat, keadilan sosial, dan akuntabilitas yang nyata, Meksiko hanya sedang menunggu El Mencho berikutnya untuk lahir.Masalahnya bukan siapa yang memimpin kartel. Masalahnya adalah negara yang kehilangan monopoli atas kekerasan dan belum juga sadar bahwa itulah krisis sesungguhnya.