RI Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Premium ke Arab Saudi

Wait 5 sec.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman bersama dengan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani resmi melepas ekspor beras perdana Indonesia ke Arab Saudi di Gudang Bulog Kelapa Gading pada Rabu (4/3). Foto: Widya/kumparanMenteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, dan Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri resmi melepas ekspor perdana beras ke Arab Saudi pada Rabu (4/3).Ekspor yang berjumlah 2.280 ton ini ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan jemaah haji tahun ini. Amran membeberkan ekspor ini dilakukan saat stok beras yang dikantongi pemerintah mencapai 3,7 juta ton.“Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini adalah momentum yang baik karena produksi kita, stok kita hari ini 3,7 juta ton. Ini 2.280 ton (yang diekspor untuk jemaah haji),” tutur Amran di Gudang Bulog Kelapa Gading pada Rabu (4/3).Saat ditanya mengenai keamanan beras sampai di tujuan yaitu Pelabuhan Jeddah imbas adanya konflik Iran-Israel, Amran memastikan komoditas utama pangan tersebut akan sampai dengan aman meski waktu pengirimannya akan berlipat.“Insyaallah aman sampai di Jeddah. (Kalau misalnya) 3 minggu tuh, ini juga muter ya 6 minggu, karena 2 kali lipat,” katanya.Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan beras akan diberangkatkan pada Sabtu (7/3) dari Pelabuhan Tanjung Priok.“Namun kami juga sudah bersurat ke BAIS (Badan Intelijen Strategis) TNI, ke BIN (Badan Intelijen Negara), kemudian ke Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) mohon asesmen terkait dengan pemberangkatan beras haji Indonesia ini. Nah ini kita menunggu informasi lebih lanjut dari asesmen dari tiga institusi tersebut,” jelasnya.Nilai Ekspor Beras Capai Rp 38 M, Rp 16 Ribu per KgBeras Beefood Nusantara yang akan diekspor ke Arab Saudi untuk jemaah haji Indonesia, di Gudang Kanwil Bulog DKI Jakarta-Banten, Jakarta, Rabu (4/3). Foto: Widya/kumparanRizal mengatakan harga beras yang diekspor mencapai Rp 38 miliar dengan harga Rp 16 ribu per kg. Dia menyebutkan angka tersebut telah disubsidi pemerintah karena untuk keperluan jemaah haji Indonesia.“Kalau kita hitung rekan-rekan, jadi totalnya hampir mencapai Rp 38 miliar, karena ini untuk jemaah kita ya, untuk jemaah kita, jadi ini subsidi dari pemerintah harganya Rp 16.000 per kilogram untuk jemaah haji,” tutur Rizal.Dia juga memastikan beras yang diekspor tersebut merupakan beras super premium dengan kadar air di bawah 14 persen dan pecahan di bawah 5 persen.“Ini pecahannya di bawah 5 persen bahkan ini 4 persen, kadar airnya di bawah 14 persen. Jadi kalau menurut kami ini beras super premium yang pernah kita buat oleh Bulog. Selama ini Bulog membuat beras premiumnya adalah beras yang pecahannya 15 persen,” kata Rizal.Berdasarkan timeline Bulog, beras tahap pertama akan dikirim menggunakan kapal peti kemas MV Hyundai Unity sebanyak 720 ton pada 7 Maret, lalu sebanyak 820 ton oleh kapal Wan Hai 351 pada 8 Maret, dan terakhir oleh kapal Kota Sejati sebanyak 740 ton pada 12 Maret.Total ada 2.280 ton beras terdiri dari 57.000 kemasan berisi 40 kg beras dengan merek Befood Nusantara.