Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta Gelar Bukber, Syukuran 1 Tahun Pramono-Rano

Wait 5 sec.

Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta Gelar Buka Bersama pada Rabu (4/3). Dok. IstimewaPuluhan organisasi masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta menggelar acara buka bersama bertajuk “Syukuran 1 Tahun Pramono-Rano Membangun Jakarta dari Bawah” di Jakarta, Rabu (4/3).Acara ini dihadiri lebih dari 500 orang yang terdiri dari pimpinan dan perwakilan organisasi masyarakat, akademisi, organisasi mahasiswa, serta unsur pemerintah setempat.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim, Ketua Forum Betawi Rempug (FBR) Lutfi Hakim, Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Gunawan Setiady, serta camat dan lurah setempat.Chico mengatakan, sebagian besar pimpinan organisasi masyarakat yang hadir telah berinteraksi langsung dengan dirinya di Balai Kota dalam berbagai kegiatan."Sebagian besar pimpinan ormas di sini sudah saya terima di kantor saya di Balai Kota DKI, sebagian besar juga sudah berkegiatan bersama, apakah saya jadi narasumber, fasilitator, dan sebagainya. Ini dalam rangka menjalankan tugas saya juga sebagai Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial," ujar Chico dalam sambutannya.Ia menjelaskan, komunikasi sosial tidak hanya berarti dukungan terhadap pemerintah daerah, tetapi juga membuka ruang bagi kritik dan masukan dari masyarakat."Arti komunikasi sosial itu cukup luas, termasuk pengelolaan stakeholders dan lain-lain. Ketika kita di sini saling berinteraksi tidak 100 persen hanya mendukung gubernur, tetapi ada juga yang memberikan masukan dan kritikan, dan itu juga saya undang hari ini, termasuk para admin media sosial pemerhati Kota Jakarta yang rutin menginfokan adanya kerusakan jalan, pungli, dan sebagainya," lanjut Chico.Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta Gelar Buka Bersama pada Rabu (4/3). Dok. IstimewaMenurut Chico, seluruh daerah di Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk Jakarta. Salah satu tantangan tersebut adalah pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.Karena itu, kata dia, kerja sama antara pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan masyarakat sangat diperlukan, termasuk keterlibatan warga dalam memberikan kritik dan saran terhadap pembangunan di ibu kota.Lebih lanjut, Chico menjelaskan tema “Membangun Jakarta dari Bawah” merupakan bagian dari refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.Tema tersebut juga telah disampaikan dalam acara peringatan satu tahun kepemimpinan Pramono-Rano di Taman Bendera Pusaka pada 20 Februari 2026.Ia menilai berbagai program yang menyasar masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah, menjadi prioritas pada tahun pertama pemerintahan Pramono-Rano. Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta Gelar Buka Bersama pada Rabu (4/3). Dok. IstimewaProgram tersebut antara lain penebusan ijazah, layanan Transjabodetabek, Pasukan Putih, beasiswa KJP dan KJP Plus, beasiswa S1 hingga S3, serta penggratisan transportasi umum bagi 15 golongan masyarakat."Mas Pram dan Bang Doel adalah orang yang bekerja tanpa gembar gembor narasi, tahu-tahu taman bendera pusaka sudah mau jadi, tahu-tahu jembatan yang menghubungkan antara JIS dan Ancol sudah mau jadi, tahu-tahu ada Transjabodetabek sudah banyak diresmikan, tanpa ada marah-marah berlebihan dan narasi berlebihan. Memang nuansa dan narasinya adem tenteram Pak Pramono, beliau mengapresiasi gubernur sebelumnya dan melanjutkan legacy gubernur sebelumnya," tandas Chico.