Madrid Tegaskan Kedaulatan: Spanyol Tolak Tekanan Trump atas Iran

Wait 5 sec.

Madrid ibu kota Spanyol. Foto: Alex Azabache/UnsplashSaya terkejut juga membaca artikel Al Jazeera English berjudul “Spain baulks at Trump’s threat to cut off all trade over NATO, Iran stance” (By News Agencies, 3 Maret 2026) yang menyebut Spanyol sebagai anggota NATO bisa menolak permintaan Donald Trump hingga ia bereaksi keras dan mengancam memutus seluruh hubungan dagang.Dalam laporan itu, dikutip pernyataan Trump, “We’re going to cut off all trade with Spain. We don’t want anything to do with Spain,” setelah Madrid menolak penggunaan pangkalan militernya untuk operasi terkait serangan terhadap Iran. Artikel tersebut juga menyoroti sikap Perdana Menteri Pedro Sanchez yang mengecam serangan ke Iran sebagai pelanggaran hukum internasional.Sikap tegas Spanyol bukan sekadar respons emosional, melainkan juga pilihan strategis yang mencerminkan posisi politik, hukum, dan identitas kebijakan luar negeri negara itu di tengah ketegangan global.Kedaulatan dan Hukum Internasional sebagai Garis MerahBagi Madrid, isu utamanya bukan sekadar soal Iran, melainkan juga prinsip kedaulatan dan legitimasi hukum internasional. Menteri Luar Negeri, Jose Manuel Albares, menegaskan bahwa pangkalan militer di wilayah Spanyol—meskipun dioperasikan bersama dengan AS—tetap berada di bawah kedaulatan Spanyol dan hanya dapat digunakan sesuai perjanjian bilateral serta Piagam PBB.Dalam perspektif Spanyol, jika operasi militer terhadap Iran dipandang tidak memiliki legitimasi internasional yang jelas, mengizinkan penggunaan pangkalan berarti menyeret negara itu ke dalam konflik yang tidak secara resmi disepakati melalui mekanisme multilateral.Sejarah Eropa—khususnya pengalaman Perang Irak 2003 yang memecah belah benua—membuat banyak pemerintahan Eropa berhati-hati terhadap intervensi militer tanpa mandat luas.Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez berfoto setelah memenangkan pemungutan suara parlemen untuk memilih perdana menteri Spanyol berikutnya, di Kongres Deputi di Madrid pada 16 November 2023. Foto: Javier Soriano/AFPSpanyol juga sedang menjaga konsistensi diplomatiknya. Sanchez sebelumnya mengkritik serangan terhadap Iran sebagai pelanggaran hukum internasional. Bila Madrid tiba-tiba mengizinkan pangkalan digunakan, kredibilitasnya sebagai negara yang menyerukan dialog dan solusi politik akan runtuh.Tekanan Perdagangan dan Politik NATOAncaman Trump untuk “memutus seluruh perdagangan” adalah bentuk tekanan ekonomi yang sangat jarang digunakan terhadap sekutu NATO. Dari sudut pandang Spanyol, langkah itu dipandang berlebihan dan kontraproduktif.Data perdagangan menunjukkan bahwa hubungan ekonomi AS–Spanyol relatif seimbang, bahkan AS mencatat surplus perdagangan. Artinya, ancaman tersebut tidak sepenuhnya menguntungkan Washington.Spanyol juga telah lama berada dalam posisi berbeda dengan AS terkait target belanja pertahanan NATO sebesar 5 persen dari PDB. Madrid cenderung menolak pendekatan keamanan yang terlalu militeristik dan lebih menekankan diplomasi serta stabilitas regional.Jika tekanan ekonomi dijadikan instrumen untuk memaksa kepatuhan militer, hal ini membuka preseden berbahaya dalam NATO.Simbol NATO. Foto: Kenzo Tribouillard / AFPAliansi yang dibangun atas dasar pertahanan kolektif bisa berubah menjadi hubungan transaksional berbasis ancaman dagang. Dari perspektif Madrid, mempertahankan otonomi kebijakan luar negeri adalah cara untuk mencegah erosi prinsip tersebut.Implikasi bagi Hubungan AS–Eropa dan Posisi SpanyolKetegangan ini berpotensi memperlebar jarak antara Washington dan sejumlah ibu kota Eropa. Spanyol bukan satu-satunya negara yang berhati-hati terhadap eskalasi konflik dengan Iran. Jika tekanan terhadap Madrid dianggap sebagai intimidasi, solidaritas internal Uni Eropa bisa menguat.Bagi Spanyol, ada beberapa implikasi strategis. Pertama, posisi ini memperkuat citranya sebagai negara yang konsisten membela multilateralisme dan hukum internasional.Kedua, ia memperdalam koordinasi dengan Uni Eropa dalam menghadapi kebijakan unilateral AS. Ketiga, langkah ini mengirim pesan domestik bahwa pemerintah tidak tunduk pada tekanan eksternal yang bertentangan dengan konstitusi dan komitmen internasionalnya.Di sisi lain, risiko tetap ada. Relokasi pesawat AS dari pangkalan di Rota dan Moron menunjukkan bahwa Washington dapat menyesuaikan postur militernya.Ilustrasi Amerika Serikat. Foto: Lindsey Wasson/REUTERSDalam jangka panjang, hal ini bisa memengaruhi kerja sama pertahanan bilateral. Namun, bagi Madrid, mempertahankan prinsip kedaulatan dianggap lebih penting daripada menghindari ketegangan sesaat.Learning Point dari Perspektif SpanyolKasus ini menghadirkan beberapa pelajaran penting.Pertama, keanggotaan dalam aliansi militer tidak menghapus hak negara untuk menafsirkan dan membatasi keterlibatannya sesuai hukum nasional dan internasional. NATO bukan struktur yang menghilangkan kedaulatan.Kedua, tekanan ekonomi terhadap sekutu berpotensi merusak kepercayaan jangka panjang. Aliansi yang sehat bertumpu pada konsultasi dan legitimasi, bukan ultimatum.Ketiga, konsistensi antara retorika dan kebijakan nyata sangat menentukan kredibilitas global. Spanyol memilih mempertahankan garis kebijakan yang sejalan dengan kritiknya terhadap intervensi militer tanpa legitimasi luas.Dari sudut pandang Madrid, sikap ini bukan tindakan anti-Amerika, melainkan pro-kedaulatan dan pro-hukum internasional. Dalam situasi geopolitik yang semakin terpolarisasi, Spanyol berusaha menunjukkan bahwa menjadi sekutu tidak berarti kehilangan suara sendiri.