Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Hassan Wirajuda, saat menjadi narasumber di program DipTalk Episode 44. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanMantan Menteri Luar Negeri (Menlu), Hassan Wirajuda, menyinggung peran PM Israel, Benjamin Netanyahu, dibalik serangan Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran.Hasan merasa, serangan tersebut mengejutkan banyak pihak. Sebab, pada pekan sebelum terjadi serangan, AS dan Iran tengah berunding di Jenewa. "Banyak yang kaget juga. Sebetulnya kan ada informasi bahwa perundingan di Jenewa itu berhasil. Menurut seorang diplomat Oman, negara yang menengahi, dia menjadi pencatat dari perundingan, berhasil," kata Hassan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3).Hasil perundingan tersebut bahkan telah disampaikan kepada Gedung Putih. Pihak Amerika Serikat pun disebut telah menjanjikan sesuatu.Namun, pada akhirnya, serangan tetap terjadi."Tapi ya slip pada last minute, entah apa di balik itu kita tidak tahu. Bisa jadi ya, bisa jadi, ini omong kosong aja, Netanyahu berhasil meyakinkan Amerika," ungkap Hassan.Israel selama ini memandang Iran sebagai ancaman utama bagi keberlangsungan negaranya. Hal ini dipicu oleh retorika Iran yang menyerukan pemusnahan Israel dari peta dunia. Israel juga mengkhawatirkan program nuklir Iran yang akan membahayakan mereka.Israel lalu menggandeng sekutu terkuatnya, AS, untuk menyerang Iran pada 28 Februari 2026 di tengah perundingan AS-Iran di Jenewa yang dimediasi Oman.