Motif Kasus Mayat Perempuan Dalam Boks di Medan: Pelaku Mau Seks 'Aneh', Ditolak

Wait 5 sec.

Syawal Ardiansyah Nasution. Foto: Dok. IstimewaKasus "mayat perempuan dalam boks kontainer di Kota Medan" diungkapkan oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.Ini adalah kasus pembunuhan terhadap korban yang masih berusia 19 tahun. Pelakunya dua orang yang sudah ditahan, yakni:Syawal Ardiansyah Nasution (pelaku utama), kelahiran Medan, 19 Desember 2003. Pekerjaannya wiraswasta, dengan alamat di Jalan Meranti Nomor 94, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.Sofwan Habib Rangkuti, kelahiran Medan, 29 Mei 2003. Pekerjaan ojol, alamat di Jalan Medan Batang Kuis, Desa Sei Rotan, Dusun VIII, Gang Sejahtera 3.Apa motif pelaku?“Tersangka satu sakit hati karena korban menolak berhubungan intim tidak wajar,” kata Calvijn saat konferensi pers di kantornya, Selasa (17/3).Hubungan intim tidak wajar yang dimaksud adalah seks anal.Pada malam itu, korban dan Syawal sudah berhubungan badan—mereka berkenalan melalui aplikasi pencari teman kencan.Nah, Syawal meminta berhubungan seks lagi tapi seks anal. Korban menolak.“Karena tersangka sakit hati, sehingga memiting dan melilit leher korban menggunakan selendang OYO,” ujar Calvijn.Seks Anal Dilakukan Saat Korban KritisKapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, saat konferensi pers pengungkapan mayat di dalam boks di kantornya, Medan, Selasa (17/3/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparanSaat korban kritis, Syawal melanjutkan niat bejatnya.“Tersangka 1 ini melakukan kekerasan seksual tidak wajar pada saat korban dalam kondisi kritis,” ucap Calvijn.Usai membunuh, Syawal pun mengambil barang-barang korban di antaranya cincin dan handphone untuk dijual dengan maksud menghilangkan barang bukti.Panggil TemanTampang 2 pelaku pembunuhan kasus "mayat dalam boks kontainer". Foto: Dok. IstimewaSetelahnya, Syawal memanggil Sofwan untuk membantu membuang jasad korban ke pinggiran bantaran sungai di Gang Seroja.Sofwan datang mengenakan jaket ojol dan menggunakan motornya.Obsesi Akibat Video PornoCalvijn menyebutkan, Syawal terpengaruh konten pornografi di aplikasi X (Twitter).“Tersangka 1 memiliki obsesi karena menonton video porno seksual dengan seksual tidak wajar di salah satu aplikasi,” ujar Calvijn.