Rangkaian upacara menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di sejumlah wilayah di pulau Bali mulai dilaksanakan dengan prosesi melasti di sejumlah pantai dan sumber mata air. Prosesi sakral ini merupakan rangkaian menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026. Melasti merupakan upacara adat yang bertujuan untuk menyucikan diri dan membersihkan alam dari energi negatif. Upacara Melasti dinilai mampu membimbing umat Hindu dalam menjaga hubungannya dengan aspek Tri Hita Karana, yang artinya menjalin hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Sejak dini hari, umat Hindu Bali sudah bergerak menuju pantai dengan membawa berbagai sarana upacara, seperti pralingga, palawatan berupa barong dan rangda, umbul-umbul hingga kober. Prosesi ini berlangsung khidmat sebagai upaya penyucian simbol-simbol suci sebelum Nyepi.