Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Foto: Dok. IstimewaPimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/3) berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)."Atas nama pimpinan pusat Muhammadiyah kami menyampaikan khususnya kepada seluruh keluarga besar dan simpatisan Muhammadiyah dan mudah-mudahan juga bermanfaat untuk kaum muslimin bahwa Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah akan jatuh pada hari Jumat tanggal 20 Maret 2026," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Senin (16/3).Haedar mengajak kaum Muslimin untuk melaksanakan salat Idul Fitri di lapangan.Apabila ada perbedaan hari pada Idul Fitri tahun ini, Haedar mengimbau agar saling menghargai."Mana kala ada perbedaan dalam pelaksanaan Idul Fitri kami menghargai dan kami mohon untuk saling menghargai dan semua tempat-tempat publik untuk dapat dijadikan tempat untuk Idul Fitri baik bagi Muhammadiyah maupun untuk warga kaum muslimin lain yang berbeda (waktu) melaksanakan salat Id," kayanya.Warga Muhammadiyah di Bali Diimbau Tidak Takbir KelilingLebaran tahun ini juga bertepatan dengan Nyepi. Maka dari itu, Haedar mengimbau kepada warga Muhammadiyah di Bali agar tidak takbir keliling."Dan khusus untuk warga Muhammadiyah dan takmir-takmir Masjid Muhammadiyah di Bali dengan atas nama toleransi untuk tidak melakukan takbir keliling atau takbir yang menggunakan pengeras suara dan boleh lah kali ini takbir di rumah masing-masing," katanya.Idul Fitri ini menurut Haedar dalam kesamaan atau perbedaan waktu bisa dijadikan momentum untuk menggali, mengimplementasikan sumber-sumber pencerahan agama bagi kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat berbangsa, bernegara."Bahkan dalam kehidupan global yang sarat tantangan dan masalah seperti sekarang ini," pungkasnya.