Setelah EV, BYD Indonesia Bersiap Gebrak Pasar Mobil Hybrid

Wait 5 sec.

Ilustrasi teknologi PHEV dari BYD bernama DM-i. Foto: Dok. BYD Sebuah kendaraan terbalut kamuflase disinyalir sebagai calon mobil baru BYD, tepergok tengah wira-wiri di Indonesia. Wujudnya yang mirip dengan BYD M6 menimbulkan spekulasi bahwa unit tersebut adalah versi dengan teknologi hibrida.Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan tak banyak berkomentar soal itu. Namun ia menjelaskan bahwa teknologi hybrid adalah salah satu alternatif beralih ke mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV)."Kami juga mengerti ada bagian dari market tertentu yang ingin transisi ke kendaraan elektrifikasi, merasakan performance, kenyamanan, quietness dari sebuah BEV. Namun masih mengalami handicap khususnya infrastruktur pengecasan," buka Luther ditemui di Cikampek, Jawa Barat, Jumat (13/3/2026).Luther menambahkan, BYD Indonesia tak menutup peluang untuk ikut menghadirkan kendaraan hibrida di Tanah Air. Sebab, secara portofolio global pabrikan memang memiliki produk dengan jenis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang dinamai DM-i.MPV BYD M9 berpenggerak PHEV. Foto: Dok. BYD "Namun memang kami butuh waktu untuk mengkalkulasi dari sisi kesiapan market, kesiapan jaringan penjualan khususnya di lokasi-lokasi tertentu, kemudian kesiapan edukasi dari teknologi agar masyarakat mengerti betul apa sih bedanya PHEV," jelasnya."Bahkan kami selain membandingkan dengan hybrid biasa, kami ingin customer itu benar-benar bisa membandingkan PHEV dengan ICE (Internal Combustion Engine). Karena sejatinya PHEV itu adalah NEV (New Energy Vehicle) sama seperti BEV," tutur Luther.Sedikit tentang teknologi DM atau Dual Mode racikan BYD, model yang disematkan powertrain ini sudah pasti mengusung jenis PHEV. Garis besarnya sama, baterai tambahan berukuran besar agar EV Mode bisa lebih jauh dengan kombinasi mesin bakar internal (ICE).Berjumpa langsung Denza B5 PHEV di China. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanTeknologi DM milik BYD dikembangkan dengan pendekatan electric-centric, di mana motor listrik dan baterai berkapasitas besar menjadi sumber tenaga utama. Mesin bensin sebagai pendukung, bukan penggerak dominan seperti pada sistem hybrid konvensional, menghasilkan gaya berkendara mendekati mobil listrik murni.Dalam kondisi baterai terisi penuh, kendaraan berbasis DM dapat melaju sepenuhnya menggunakan tenaga listrik tanpa konsumsi bahan bakar. Saat daya baterai menurun, sistem akan beralih secara otomatis ke mode hybrid yang sangat efisien, menjaga konsumsi BBM tetap rendah sekaligus mempertahankan performa.“Pengalaman menggunakan BEV dengan satu kenyamanan terhadap pengecasan. Bukan tidak mungkin, bisa saja dalam waktu dekat, mohon bersabar. Saat ini kami fokuskan dulu dengan penjualan BEV kami," tuntas Luther.