Ibu dan Anak Tewas di Belakang Bekas Asrama Polisi Jombang Dipastikan Bunuh Diri

Wait 5 sec.

Ilustrasi Mayat. Foto: leolintang/ShutterstockPolisi mengatakan dua mayat perempuan yang ditemukan di belakang bangunan kosong bekas asrama polisi di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, pada Rabu (25/2) sekitar pukul 14.00 WIB dipastikan bunuh diri.Polisi mengungkapkan kedua korban merupakan warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Mereka adalah seorang ibu berinisial SK (36) dan anaknya berinisial NCQ (6)."Dari hasil pemeriksaan DNA, dua mayat yang ditemukan di bekas asrama adalah SK dan NCQ," kata Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan dalam keterangannya, Kamis (19/3).Ardi menjelaskan kronologi saat keduanya datang ke lokasi kejadian perkara (TKP) dengan berboncengan menggunakan sepeda motor tanpa dibuntuti siapa pun.Dua mayat ditemukan di belakang bekas asrama polisi di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Rabu (25/2) pukul 14.00 WIB. Foto: Dok. Istimewa"Dari analisis rekaman CCTV dan pemeriksaan saksi, SK dan NCQ berangkat dari rumah hingga ke eks asrama polisi Jombang hanya berdua. SK membonceng putrinya menggunakan sepeda motor Yamaha Vega warna hitam nopol AG 5053 WO. Tidak ada orang lain yang membuntuti maupun bersama mereka," tutur Ardi.Ardi mengatakan SK membawa putrinya pada Selasa (24/2) subuh tanpa berpamitan. Suaminya yang berinisial NY (38) kemudian mencari dan melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Gondang pada Rabu (25/2) siang."SK pergi tanpa pamit saat suaminya masih tidur. Paginya, suami korban melakukan pencarian, lalu melaporkannya ke polisi sekitar pukul 13.00 WIB," ucap Ardi.Saat ditemukan, kedua korban dalam kondisi terbakar. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya cairan asam jenis HCl di lambung SK."Cairan tersebut identik dengan satu botol pembersih porselen warna hijau yang tersisa sekitar 80 persen di TKP," ungkap Ardi.Sementara itu, pada tubuh NCQ ditemukan pelepuhan di bagian pipi yang diduga akibat cairan yang sama."Di pipi NCQ terdapat pelepuhan yang diduga kuat akibat cairan tersebut," jelasnya.Ardi menambahkan, cairan pembersih porselen tersebut dibeli oleh SK melalui saudaranya.Penilaian bunuh diri diperkuat dengan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada kedua korban. NCQ diduga tewas karena mati lemas, sedangkan SK meninggal akibat pendarahan dan kerusakan pada rongga perut."Bocah ini tewas akibat luka bakar dan menghirup asap dari pembakaran di saluran pernapasan," ujar Ardi."Sementara SK meninggal karena pendarahan di rongga perut serta paparan asap," imbuhnya.Polisi menyimpulkan SK terlebih dahulu memberikan cairan pembersih kepada anaknya, kemudian melakukan pembakaran, dan akhirnya mengakhiri hidupnya dengan cara yang sama.Kesimpulan ini diperoleh dari rangkaian investigasi ilmiah oleh Polres Jombang yang didukung Polda Jawa Timur.Ardi juga mengungkapkan bahwa SK sebelumnya pernah mencoba bunuh diri dengan meminum cairan pembasmi serangga."Korban memiliki karakter tertutup dan cenderung memendam masalah," pungkasnya.