Konferensi Pers dan Press Screening Film Pelangi di Mars. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanLutesha menghadapi tantangan yang cukup berat ketika didapuk berperan sebagai seorang astronot di film Pelangi di Mars.Tantangan itu muncul lantaran film ini menggunakan teknologi Extended Reality (XR) dalam proses syutingnya."Sebagai aktor cukup menantang, soalnya kan biasanya kita langsung di set, kita bisa berinteraksi langsung sama props, sama setting-nya, sama lawan mainnya juga di situ," kata Lutesha dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.Lutesha saat konferensi pers di Epicentrum Kuningan, Jakarta, Kamis, (21/12/2023). Foto: Agus ApriyantoTantangan Lutesha Main di Film Pelangi di MarsLutesha mengatakan syuting dengan teknologi XR membuat para pemain dituntut memiliki daya imajinasi yang baik. "Tapi karena ini syutingnya di studio, walaupun di belakangnya ada background yang bergerak gitu, tapi tetap aja untuk eye line, untuk imajinasi itu tetap harus bekerja dengan keras," tutur Lutesha.Perempuan 31 tahun itu memberikan gambaran mengenai hal yang harus dibayangkan saat bermain dalam film Pelangi di Mars. "Ya kan, kita harus ngebayangin ada pesawat yang lewat dari situ ke situ ya, kita harus ngebayangin aja, emang daya imajinasinya harus diasah lah," ucap Lutesha.Konferensi Pers dan Press Screening Film Pelangi di Mars. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanTantangan lain yang Lutesha rasakan saat bermain dalam film Pelangi di Mars adalah soal pakaian astronot yang harus ia kenakan. Meski tak mudah, Lutesha harus bisa membiasakan diri dengan minimnya pergerakan akibat pakaian yang terlalu berat. "Salah satu tantangan terberatnya kostumnya sih, kostumnya jujur sangat ketat, dan berat, dan banyak sekali printilannya kayak pelindung siku, lutut, terutama helm. Dan helmnya juga dilengkapi dengan kipas angin di dalam biar enggak pengap," ucap Lutesha.Saat mengenakan kostum helm, Lutesha mengatakan, suara lawan mainnya kadang tidak terdengar. "Jadi, ya, cukup sulit sih, tantangannya di situ," ungkapnya. Selain Lutesha, film Pelangi di Mars dibintangi oleh Keinaya Messi Gusti, Rio Dewanto, dan Livi Renata. Film ini sudah dapat disaksikan di bioskop sejak 18 Maret 2026.Berlatar belakang tahun 2100, film Pelangi di Mars menceritakan kisah Pelangi (Keinaya Messi Gusti), gadis 12 tahun yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars.Ditinggalkan ibunya, Pelangi harus bertahan hidup bersama sekelompok robot. Bersama-sama para robot, Pelangi memimpin misi mencari Zeolith Omega, mineral langka yang diyakini mampu memurnikan air dan menjadi harapan terakhir umat manusia di Bumi.