Ilustrasi perempuan sedang mengelola keuangannya. Foto: ShutterstockLebaran Idulfitri, meskipun dilingkupi kebahagiaan dan nuansa syahdu, ternyata bisa berpengaruh terhadap keuangan. Cukup banyak orang merasa kondisi keuangan agak bermasalah selepas Hari Raya. Ini disebabkan oleh pengeluaran yang bertambah menjelang, saat, dan sesudah lebaran.Lebaran adalah momen yang sarat akan tradisi dan perayaan. Contohnya adalah berbelanja baju baru. Menurut survei oleh Populix, 29 persen anak muda masih mengidentikkan lebaran dengan baju baru. Kemudian, berbagi hampers dan THR, membeli kue-kue kering dan bahan makanan untuk makan bersama, hingga mudik, seluruh kegiatan tersebut mengeluarkan uang dalam jumlah banyak.Untuk mencegah kondisi keuangan berantakan selepas lebaran, Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Dr. Wita Juwita Ermawati, mengatakan, kita bisa mencoba metode pengelolaan uang bernama 50-30-20. Metode ini diterapkan setelah kita memperoleh pendapatan setelah lebaran, misalnya gaji bulanan.Pola pengelolaan uang 50-30-20Ilustrasi menata flow keuangan setiap bulan. Foto: Natee Meepian/ShutterstockDalam pola ini, 50 persen pendapatan dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 30 persen diarahkan untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan.Dilansir situs resmi United Nations Federal Credit Union (UNFCU), 50 persen kebutuhan pokok bisa meliputi kebutuhan sehari-hari (groceries), tagihan, utang, cicilan, hingga biaya kesehatan. Menurut UNFCU, hal-hal yang bisa dikategorikan sebagai kebutuhan adalah sesuatu yang kita tak bisa hidup tanpanya.Lalu, 30 persen untuk keinginan bisa meliputi biaya berlangganan streaming atau aplikasi hiburan tertentu, liburan, makanan-makanan mahal di restoran (untuk self-reward), hingga pengeluaran untuk hobi.Kemudian, 20 persen sisanya diarahkan untuk tabungan. Menurut UNFCU, ini bisa meliputi dana darurat, dana pensiun, tabungan pernikahan, atau tabungan masa depan. Dr. Wita menjelaskan, ketersediaan tabungan dan dana darurat bisa mencegah kita berutang di kemudian hari.Langkah-langkah agar keuangan kembali sehatIlustrasi mengatur keuangan. Foto: fizkes/ShutterstockAgar pola 50-30-20 terasa lebih mudah untuk diaplikasikan setelah lebaran, kamu bisa mengikuti langkah yang telah kumparanWOMAN rangkum berikut ini, Ladies.1. Hitung total pengeluaran selama lebaranMengulas kembali total pengeluaran dan cek saldo terkadang membuat kita ketakutan. Namun, menurut Wita, ini penting dilakukan untuk memeriksa apakah ada pos keuangan yang terganggu.“Penting untuk memeriksa apakah ada pos keuangan yang terganggu, tabungan yang terpakai, atau bahkan utang yang muncul,” jelas Wita. Ketika kita sudah mengetahui pos keuangan mana saja yang terganggu, kita bisa mulai mencari solusi.2. Identifikasi kebutuhanBuat daftar kebutuhan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang seperti biaya kebutuhan sehari-hari, kesehatan, sampai liburan. Lalu, urutkan berdasarkan skala prioritas. Fokus ke urgensi, sesuaikan dengan kemampuan. Tekan atau coret pengeluaran yang kurang penting. Ini masuk ke dalam pola 50 alias 50 persen kebutuhan.3. Bayar utang dan tagihanIlustrasi ibu menabung emas. Foto: Nuttapong punna/ShutterstockMenurut Financial Planner Eko Indarto, jika ada utang yang muncul saat lebaran, kamu harus langsung membayar semua kewajiban keuangan tersebut. Ini masuk ke dalam pola 50 juga, Ladies.“Bayar dulu kewajiban utang dan bayar tagihan, kemudian alokasikan untuk berbagai kebutuhan pokok dan penting, kemudian baru sisanya untuk keinginan,” jelas Eko, dikutip dari kumparanBISNIS.4. Mulai menabungMenabung pendapatan yang diperoleh selepas lebaran sangatlah penting. Setelah memastikan pos-pos keuanganmu aman, menabunglah setidaknya sebesar 20 persen pendapatan. Target keuangan ini penting banget buat masa depan, seperti dana darurat hingga investasi.“Ketersediaan tabungan yang memadai sangat penting untuk menghindari utang, terutama dalam kondisi darurat,” tegas Wita.