Harga Minyak Dunia Melonjak Jadi USD 112/Barel, Tertinggi dalam 4 Tahun Terakhir

Wait 5 sec.

Ilustrasi Produksi Minyak Mentah Brent. Foto: Scott Heppel/AFPHarga minyak dunia melonjak ke level tertinggi dalam hampir empat tahun pada Jumat (20/3) dipicu status force majeure di ladang minyak Irak dan meningkatnya tensi perang di Iran saat AS bersiap mengirim tambahan pasukan ke Timur Tengah. Di saat yang sama, pergerakan komoditas lain bervariasi dengan CPO dan nikel menguat, batu bara naik tipis, sementara harga timah justru mengalami penurunan.Harga minyak melonjak pada hari Jumat dan menetap di level tertinggi dalam hampir empat tahun, karena Irak menyatakan keadaan kahar (force majeure) pada semua ladang minyak yang dikembangkan oleh perusahaan minyak asing dan perang di Iran meningkat dengan AS bersiap untuk mengerahkan ribuan marinir dan pelaut tambahan ke Timur Tengah.Mengutip Reuters, Sabtu (21/3), kontrak berjangka Brent untuk Mei ditutup naik USD 3,54, atau 3,26 persen, menjadi USD 112,19 per barel, tertinggi sejak Juli 2022. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk April, yang berakhir pada hari Jumat, ditutup naik USD 2,18, atau 2,27 persen, menjadi USD 98,32. Kontrak berjangka minyak mentah AS bulan kedua yang lebih aktif diperdagangkan ditutup pada USD 98,23, 2,8 persen lebih tinggi.CPODikutip dari laman resmi Bursa Malaysia, harga CPO untuk kontrak April mengalami tercatat sebesar USD 4.545 pada penutupan perdagangan Jumat (20/3).Batu BaraSementara itu, harga batu bara berjangka Newcastle justru mengalami penurunan. Berdasarkan data dari Ice Newscatle, harga batu bara untuk kontrak April naik 1,3 persen ke level USD 146,50 per ton.NikelSementara itu harga nikel menguat. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel menguat 0,21 persen ke level USD 17.019per ton.TimahHarga timah turun 0,60 persen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, saat ini harga timah ada pada level USD 43.279 per ton.