Foto udara antrean kendaraan memasuki Gerbang Tol (GT) Kalikangkung di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/3/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTOArus lalu lintas di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, menunjukkan peningkatan mobilitas para pemudik dari Jakarta dan sekitarnya. Diprediksi, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026.Berdasarkan rekapitulasi volume lalu lintas selama 1x24 jam, mulai pukul 06.00 WIB tanggal 16 Maret hingga 06.00 WIB tanggal 17 Maret 2026, tercatat sebanyak 31.446 kendaraan masuk dari arah Jakarta menuju Semarang melalui GT Kalikangkung.Puncak kepadatan arus kendaraan terjadi pada pukul 14.00-15.00 WIB dengan jumlah 2.044 kendaraan melintas dalam satu jam.Sementara itu, kendaraan yang keluar dari arah Semarang menuju Jakarta tercatat sebanyak 17.376 kendaraan. Puncak lintasan terjadi pada pukul 15.00-16.00 WIB sebanyak 976 kendaraan.Data tersebut menunjukkan bahwa rentang waktu siang hingga sore hari, khususnya antara pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, masih menjadi periode dengan intensitas kendaraan tertinggi yang melintas di GT Kalikangkung.Jika dibandingkan dengan data pada hari sebelumnya, volume kendaraan yang keluar dari arah Jakarta menuju Semarang melalui GT Kalikangkung tercatat mengalami penurunan sebesar 2.162 kendaraan atau sekitar 6,4%.Namun demikian, kendaraan yang menuju arah Jakarta mengalami kenaikan sebesar 1.919 kendaraan atau sekitar 12,4%.Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026, Kombes Pol Artanto, mengatakan hingga Selasa (17/3) siang kondisi lalu lintas ramai-lancar. Belum terjadi kepadatan di gerbang tol.“Berdasarkan data pemantauan, kepadatan kendaraan di GT Kalikangkung masih terjadi pada siang hingga sore hari, khususnya pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan pada jam-jam tertentu, kondisi lalu lintas secara umum masih terpantau lancar dan terkendali,” ujar Artanto, Selasa (17/3).Artanto menyebut, Polda Jateng akan memberlakukan one way lokal jika kendaraan yang masuk ke GT Kalikangkung mencapai 3.000 per jam.“Sejauh ini masih ramai-lancar, namun ketika kendaraan yang melintas lebih dari 3.000 per jam, kita akan berlakukan one way,” jelasnya.One way lokal itu akan berlaku dari GT Kalikangkung, Kota Semarang, hingga Bawen, Kabupaten Semarang.“Rencananya dari Kalikangkung hingga Bawen, namun jika kondisinya masih tinggi akan kami lanjutkan hingga ke Boyolali atau Solo,” sebut dia.Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan agar mengatur waktu keberangkatan dengan baik untuk menghindari jam-jam padat.“Kami imbau pemudik untuk mengutamakan keselamatan dengan mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima selama perjalanan,” kata Artanto.