Laba AKR (AKRA) Tumbuh 11% Jadi Rp 2,47 T pada 2025, Ditopang Kawasan Industri

Wait 5 sec.

Ilustrasi AKR. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanPT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 11 persen secara tahunan menjadi Rp 2,47 triliun pada tahun buku 2025.Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan, kenaikan laba mencerminkan kontribusi dari bisnis berbasis pendapatan berulang, serta stabilnya segmen perdagangan dan distribusi."PT AKR Corporindo Tbk menegaskan kekuatan model bisnisnya yang terdiversifikasi sepanjang Tahun Buku 2025. Di saat yang sama, segmen usaha Perdagangan dan Distribusi tetap menunjukkan kinerja yang solid meskipun berada di tengah kondisi pasar yang menantang dan volatil," kata Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo, dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (22/3).Secara rinci, AKR membukukan EBITDA sebesar Rp 3,67 triliun, meningkat dari Rp 3,11 triliun pada tahun sebelumnya.Dari sisi pendapatan, perseroan mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 46,018 triliun, naik dibandingkan Rp 38,72 triliun pada 2024. Sementara laba usaha tercatat Rp 3,08 triliun, meningkat dari Rp 2,57 triliun pada tahun sebelumnya.Kinerja positif ditopang oleh pertumbuhan di seluruh segmen bisnis utama. Segmen kawasan industri mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 107 persen secara tahunan, diikuti utilitas yang melonjak 129 persen, serta perdagangan dan distribusi yang tumbuh 16 persen.Perseroan menyebut peningkatan aktivitas di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) jadi salah satu motor utama pertumbuhan, terutama melalui kenaikan penjualan lahan dan utilisasi industri.Kawasan Industri JIIPE Gresik Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru"Sepanjang tahun, kinerja perseroan ditopang oleh berlanjutnya peningkatan aktivitas di JIIPE. Pertumbuhan utilitas serta masuknya sejumlah anchor tenant baru yang mencerminkan meningkatnya skala dan daya saing kawasan industri tersebut," lanjut dia.Dari sisi neraca, AKR menjaga struktur keuangan dengan total aset mencapai Rp 36,6 triliun dan ekuitas Rp 15,61 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) tercatat 0,3 kali, sementara net gearing berada di level negatif 0,08 kali.Ke depan, perseroan mengaku bakal terus mendorong ekspansi bisnis, khususnya di segmen perdagangan dan distribusi di wilayah Indonesia Timur, serta mempercepat pengembangan kawasan industri JIIPE untuk memperkuat sumber pendapatan jangka panjang."Perseroan juga terus mempercepat penjualan lahan serta pengembangan utilitas di JIIPE. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperkuat visibilitas pendapatan jangka panjang sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan berulang," terang Haryanto.