Ilustrasi anak kecil laki-laki menjadi korban pelecehan. Foto: HTWE/ShutterstockSeorang siswi SMP berusia 14 tahun di Kota Kupang, NTT, menjadi korban perdagangan orang. Anak di bawah umur itu dijual ke pria hidung belang oleh seorang muncikari bernama Sari Doko.Korban diketahui telah pergi dari rumah sejak Selasa (17/3). Ia tidak bisa dihubungi oleh keluarganya.Pihak keluarga lalu mencari sendiri anak tersebut. Korban ditemukan di sebuah indekos di wilayah Lasiana, Kupang, bersama Sari Doko. Kasus itu lalu dilaporkan ke Polsek Kota Lama.Kapolsek Kota Lama Polresta Kupang Kota, Zainal Arifin Abdurahman, membenarkan adanya laporan tersebut. Laporan dibuat orang tua korban pada Sabtu (21/3).Sari Doko telah diamankan polisi. Ia mengakui perbuatannya yang menjual korban ke pria hidung belang, meski sempat berkelit saat awal ditangkap."Dia sudah mengakui menjual anak ini kepada sejumlah laki-laki," kata Zainal pada Minggu (22/3).Selama bersama Sari Doko, korban dijual kepada tujuh pria sebagai PSK dengan tarif Rp 250 ribu. Pelaku mengimingi korban sejumlah uang.Pelaku menggunakan aplikasi MiChat untuk mencari pelanggannya melalui HP korban. HP tersebut kini telah digadaikan oleh pelaku."Uang tersebut untuk kebutuhan dan keperluan lainnya selama tinggal di kos," ujar Zainal.Kenal Sejak FebruariIbu kandung korban mengungkapkan, anaknya berkenalan dengan pelaku sejak Februari 2026. Sejak itu, sikap korban mengalami perubahan. Dia bahkan bolos sekolah hingga tidak ikut ujian.Anaknya juga sempat tak pulang ke rumah selama empat hari dengan alasan menginap di rumah teman dan akan mengikuti latihan menari di sekolah. Namun setelah dicek oleh kakaknya kepada sejumlah teman korban, hal tersebut tidak pernah terjadi.Dijerat TPPOPolisi masih menyelidiki kasus tersebut untuk memburu para hidung belang yang terkait Sari Doko. Adapun Sari Doko kini diserahkan ke Polda NTT."Artinya kasus ini sudah masuk tindak pidana perdagangan orang atau TPPO," jelas dia.Pelaku juga mengakui terdapat korban lain. Kebanyakan merupakan anak di bawah umur."Korbannya sudah bisa lebih delapan orang dan kebanyakan di bawah umur," jelasnya.