Peserta mudik gratis bersama ANTARA memasuki Kereta Api Jayakarta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Foto: Salma Talita/ ANTARA FOTOPT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat sebanyak 221.566 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dijadwalkan berangkat hingga Minggu (22/3) pukul 10.00 WIB dengan tingkat okupansi sementara mencapai 137,5 persen. Tingginya pergerakan penumpang ini sejalan dengan tren penjualan tiket Angkutan Lebaran yang terus meningkat.Hingga 22 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, total tiket yang telah terjual mencapai 3.910.868 atau 86,9 persen dari kapasitas 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk periode perjalanan 11 Maret hingga 1 April 2026. Masih tersedia 587.828 kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya untuk arus balik.Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan lonjakan ini menunjukkan kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan Lebaran."Tren perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan kini memasuki fase arus balik. Masyarakat memanfaatkan kereta api karena lebih nyaman dan terjadwal," ujar Anne, dalam keterangan resmi, Minggu (22/3).Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba di Teater Wahyu Sihombing, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/11). Foto: Nasywa Athifah/kumparanPada layanan Kereta Api Jarak Jauh, penjualan tiket telah mencapai 3.433.667 atau 96,1 persen dari total kapasitas 3.571.760 tempat duduk, sehingga tersisa 138.093 kursi.Sementara itu, penjualan tiket Kereta Api Lokal tercatat 477.201 atau 51,5 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia, dengan sisa 449.735 kursi. Penjualan tiket KA lokal diperkirakan bakal terus meningkat mendekati hari keberangkatan karena sebagian besar baru dapat dipesan mulai H-7.Selama periode arus mudik pada 11 hingga 21 Maret 2026, KAI telah melayani total 2.226.540 pelanggan, terdiri dari 1.888.827 penumpang Kereta Api Jarak Jauh dan 337.713 penumpang KA lokal di wilayah Pulau Jawa dan Sumatra.Pada 11 Maret tercatat 101.617 pelanggan dengan okupansi 63,7 persen, meningkat menjadi 126.208 pelanggan pada 12 Maret (79,2 persen). Pada 13 Maret jumlah penumpang mencapai 165.675 dengan okupansi 101,4 persen, kemudian naik menjadi 185.873 pelanggan pada 14 Maret (113,7 persen). Pada 15 Maret tercatat 180.836 pelanggan (110,6 persen), 16 Maret sebanyak 173.753 pelanggan (106,3 persen), dan 17 Maret mencapai 191.413 pelanggan (117,1 persen).Lonjakan berlanjut pada 18 Maret dengan 205.842 pelanggan atau okupansi 125,9 persen, kemudian 19 Maret sebanyak 196.324 pelanggan (120,1 persen), 20 Maret mencapai 167.659 pelanggan (104,6 persen), dan pada 21 Maret tercatat 193.583 pelanggan dengan okupansi 120,2 persen.Anne menyebut tingkat okupansi di atas 100 persen merupakan hal yang memungkinkan dalam operasional kereta api."Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan," jelas Anne.Calon penumpang kereta melakukan pemindaian wajah atau face recognition sebelum memasuki peron di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Foto: Fauzan/ANTARA FOTODi tengah tingginya permintaan, sejumlah kereta api dengan tingkat pemesanan tinggi selama periode Angkutan Lebaran 2026 antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.Meski demikian, masyarakat masih memiliki peluang untuk mendapatkan tiket arus balik dengan memanfaatkan relasi alternatif, memilih jadwal keberangkatan yang berbeda, maupun menggunakan layanan kereta lanjutan. KAI juga mengimbau pelanggan untuk merencanakan perjalanan secara fleksibel."Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api," tutur Anne.