Populer: Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Iran, Kapal 'Zombie' Lintasi Hormuz

Wait 5 sec.

Presiden AS Donald Trump berbicara dengan wartawan di The Kennedy Center pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Foto: Samuel Corum/Getty Images/AFPAncaman Presiden Donald Trump terhadap Iran terkait Selat Hormuz menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Minggu (22/3). Selain itu, dugaan kapal 'zombie' melintasi Selat Hormuz juga menarik perhatian. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Pembangkit Listrik DihancurkanPresiden AS Donald Trump memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz, sebuah jalur minyak vital, mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi Iran, termasuk pembangkit listrik terbesar, jika menolak. Ancaman ini muncul di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah, menyusul pengerahan ribuan marinir AS tambahan dan serangan Iran terhadap fasilitas nuklir di Dimona, Israel, yang semakin memperketat kondisi di selat tersebut yang praktis masih tertutup dan memiliki implikasi besar terhadap pasokan energi global.Tampak udara memperlihatkan kerusakan di kawasan permukiman setelah serangan rudal Iran menghantam Dimona, wilayah selatan Israel, pada (22/3). Foto: Roei Kastro/REUTERSMenteri Luar Negeri Abbas Araghchi, menegaskan pembatasan hanya berlaku bagi kapal dari negara yang terlibat konflik, sementara militer mengancam balik akan menargetkan infrastruktur energi AS dan rezim di kawasan jika diserang. Ultimatum Trump juga menyusul serangan rudal Iran ke Israel selatan yang melukai lebih dari 100 orang, dengan 84 korban di Arad dan 33 di Dimona, sebuah wilayah strategis yang diyakini menjadi lokasi arsenal nuklir Israel. Insiden ini menunjukkan peningkatan drastis dalam tingkat kerusakan dan korban jiwa, menandakan fase baru dalam konflik yang berpotensi memiliki dampak ekonomi regional dan global yang signifikan, terutama terhadap pasar minyak dan gas.Kapal 'Zombie' Berkedok Pengangkut LNG Diduga Melintasi Selat HormuzIlustrasi tanker LNG. Foto: Stefan Dinse/ShutterstockSebuah 'kapal zombie', yang diduga menggunakan identitas kapal pengangkut LNG (gas alam cair) yang sudah dipensiunkan, terlihat melintasi Selat Hormuz. Kapal bernama Jamal ini, yang sebelumnya dilaporkan dibongkar di India pada Oktober tahun lalu, memancarkan sinyal palsu sebagai kapal LNG, menandai pertama kalinya taktik semacam ini terdeteksi di Selat Hormuz sejak konflik bersenjata dimulai. Fenomena ini menggarisbawahi upaya untuk menembus blokade atau menghindari risiko di salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, dengan lalu lintas di selat tersebut kini nyaris terhenti dan berisiko tinggi.Data pelacakan menunjukkan kapal tersebut mulai memancarkan identitas barunya pada 13 Maret dan kemudian muncul lagi pada 20 Maret di Teluk Persia. Penggunaan 'kapal zombie' sebelumnya dikenal dalam perdagangan minyak yang terkena sanksi, namun penerapannya pada kapal LNG sangat tidak biasa mengingat spesialisasi dan jumlah kapal LNG yang terbatas. Analis mengindikasikan praktik ini bisa menjadi bagian dari strategi lebih luas untuk perdagangan gelap, serupa dengan penjualan gas Rusia ke China yang tidak terdokumentasi, menunjukkan adanya pasar gelap yang berkembang di tengah ketegangan geopolitik dan sanksi ekonomi.Sebuah kapal angkatan laut terlihat berlayar di Selat Hormuz, pada 1 Maret 2026. Foto: Sahar AL ATTAR / AFPLingkungan pelayaran di Selat Hormuz semakin kompleks dengan adanya gangguan elektronik yang kuat yang dapat memalsukan posisi kapal dan keputusan beberapa kapal sah untuk mematikan sinyal demi keamanan. Selain itu, hanya segelintir kapal yang berhasil melintas diduga setelah negosiasi dan persetujuan dari Teheran, seperti kapal yang terkait dengan Turki, India, dan Jepang. Situasi ini menyoroti tingginya risiko dan ketidakpastian bagi rantai pasokan energi global, serta implikasi signifikan terhadap biaya asuransi, biaya logistik, dan transparansi perdagangan di kawasan strategis tersebut.