Pemerintah Pastikan Harga Pangan Stabil Meski Ada Perang di Iran

Wait 5 sec.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (11/3). Foto: Widya/kumparanPemerintah memastikan fluktuasi harga pangan selama Ramadan hingga Idulfitri 2026 tetap terkendali meski dibayangi gejolak geopolitik global, khususnya di Iran. Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah telah menjaga stabilitas harga agar tetap dalam batas wajar sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto."Indonesia sudah swasembada, 9 komoditas. Ada 3 yang belum, tapi stoknya banyak. Kami sudah minta, semua harus mengeluarkan stoknya. Jangan sampai harga naik. Kalau ada yang menaikkan, aku cabut izinnya dan tidak boleh impor lagi," ucap Amran, dalam keterangannya, Minggu (22/3).Prabowo sebelumnya mengakui adanya potensi kenaikan harga pangan akibat konflik global. Namun, Amran menilai kondisi harga pangan domestik selama Ramadan masih terkendali.Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah menjalankan sejumlah program intervensi pangan selama Ramadan hingga Idulfitri. Program tersebut antara lain Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.Aktivitas jual beli Cabai Rawit di Pasar Senen, Jakarta, Senin (16/2/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanRealisasi penyaluran beras SPHP hingga 19 Maret 2026 tercatat mencapai 42,3 ribu ton dari target 828 ribu ton tahun ini, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 4,97 triliun. Sementara itu, GPM telah dilaksanakan sebanyak 789 kali di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota sepanjang Maret.Selain itu, pemerintah juga menggelar GPM khusus untuk komoditas protein hewani. Program ini menyediakan daging ayam beku berkualitas premium di lebih dari 1.200 outlet di 17 provinsi hingga menjelang Idulfitri. Program serupa juga dilakukan untuk daging sapi dan kerbau melalui kolaborasi dengan BUMN pangan.Di sisi lain, distribusi bantuan pangan beras dan minyak goreng telah mulai dilakukan sejak awal Maret kepada total 33,2 juta penerima di seluruh Indonesia. Perum Bulog mempercepat penyaluran melalui 565 cabang di berbagai daerah.Stabilitas harga pangan juga tercermin dari indikator inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pangan secara bulanan pada Februari 2026 tercatat sebesar 2,50 persen, sedangkan secara tahunan berada di level 4,64 persen. Angka ini masih berada dalam target pemerintah untuk komponen harga bergejolak (volatile food) di kisaran 3-5 persen.